ABATANEWS, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, terus menegaskan sinergi dan komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam menuntaskan persoalan sampah secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Komitmen tersebut kembali tercermin melalui kehadirannya dalam Rapat Koordinasi Pengelolaan Sampah dan Strategi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) yang berlangsung di Kantor Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Kamis (23/4/2026).
Rapat koordinasi ini sekaligus menjadi momentum bagi wali kota yang akrab disapa Appi ini untuk memperkuat komitmen melalui penandatanganan komitmen bersama pengelolaan sampah dan strategi KIE, bersama 24 kabupaten/kota dalam percepatan penanganan sampah.
Baca Juga : Berdiri di Atas Fasum dan Fasos Selama 30 Tahun, 60 Bangunan PKL di Bontoala Dibongkar
“Pemerintah Kota Makassar tentu berkomitmen dalam mengatasi permasalahan sampah dan memberikan kontribusi signifikan dalam pencapaian target pengelolaan sampah nasional pada tahun 2029,” kata Appi.
Rakor tersebut dipimpin oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Jufri Rahman, dan dihadiri Deputi Bidang Pengendalian Perubahan Iklim dan Tata Kelola Nilai Ekonomi Kementerian Karbon Lingkungan Hidup, Ary Sudijanto.
Usai menandatangani komitmen bersama, Appi bersama kepala daerah lainnya menyimak paparan Ary Sudjianto terkait arah dan strategi kebijakan nasional dalam reformasi pengelolaan sampah
Baca Juga : Pemkot Makassar Kembali Pangkas Anggaran, Munafri: Kita Hemat Rp60 Miliar
Dalam arahannya, Ary menekankan bahwa pemerintah pusat menargetkan penyelesaian permasalahan sampah secara nasional pada tahun 2029.
Salah satu langkah konkret yang diperintahkan adalah penghapusan praktik open dumping serta penguatan pengelolaan sampah dari hulu melalui pemilahan di tingkat sumber.
“Bapak Presiden mencanangkan Gerakan Indonesia ASRI, dimana salah satunya adalah bagaimana kita bisa mengatasi permasalahan sampah,” jelasnya.
Baca Juga : Proyek PSEL Antang Masuk Tahap Lanjutan, Wali Kota Munafri Konsultasi ke Pusat
Jadi pada RPJMN 2025-2029, kita bersama-sama sudah mencanangkan bahwa di akhir periode tersebut yaitu tahun 2029, permasalahan persampahan selesai,” lanjutnya.
Dalam pemaparannya, Ary mencontohkan capaian sementara Kota Makassar berdasarkan pengelolaan sampahnya.
Capaian tersebut dinilai memiliki potensi besar dalam peningkatan capaian pengelolaan sampah, khususnya jika mampu mengakhiri melakukan open dumping dan memperkuat sistem pengolahan dari hulu ke hilir.
Baca Juga : Sekolah di Makassar Adakan Perpisahan Berbayar, Pemkot Makassar Ancam Pecat Kepsek
Diketahui, sebelum Rakor ini dihelat, Pemerintah Kota Makassar dibawah kepemimpinan Appi dan Aliyah memang telah bergerak cepat melakukan pembenahan sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh.
Sejumlah langkah strategi telah dijalankan Pemerintah Kota Makassar, termasuk pemeliharaan pengelolaan sampah dari rumah tangga yang menenkankan koordinasi hingga tingkat kelurahan dan RT/RW.
Hingga kini, penyusunan strategi dan peninjauan lokasi langsung dalam upaya percepatan transformasi pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Kecamatan Manggala, dari open dumpling menuju sistem sanitasi landfill.
Baca Juga : Konstruksi Fisik Stadion Untia Dimulai Pertengahan Tahun 2026
Selain itu, Pemerintah Kota Makassar juga baru saja menandatangani komitmen proyek pembangunan Pengelolaan sampah menjadi Energi Listrik (PSEL), sebagai upaya pengelolaan sampah yang lebih sehat dan modern.