Minggu, 17 Mei 2026

3 Anak Bunuh Ayah Kandung di NTT, Mayat Dibuang ke Kali Mati

Ilustrasi Pembunuhan. IstAbatanews/Wahyu Susanto
Ilustrasi Pembunuhan. Ist Abatanews/Wahyu Susanto

ABATANEWS, NTT — Tiga pemuda berinisial YDA (27), ADN (18), dan AN (17) ditangkap pihak kepolisian setelah terbukti membunuh ayah mereka, Antonius Nana (47), di kawasan hutan Kampung Baru, Dusun Aitiris B, Desa Meotroi, Kecamatan Laenmanen, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Jasad korban yang telah tinggal kerangka tersebut awalnya ditemukan oleh warga sekitar pada Selasa (12/5/2026), yang kemudian memicu penyelidikan pihak kepolisian. Berdasarkan laporan dilansir dari Detikcom, para pelaku yang terdiri dari satu anak tiri dan dua anak kandung ini kini telah diamankan di markas komando.

Pihak kepolisian menjelaskan bahwa peristiwa berdarah ini dipicu oleh pertengkaran keluarga setelah korban baru saja kembali dari Malaysia pada Selasa (28/4/2026). Korban terlibat cekcok dan memaki istrinya, Leonarda Belak, yang kemudian direspons oleh teguran dari anak tirinya, YDA, hingga berujung pada perkelahian fisik.

Baca Juga : Gegara Uang, Seorang Adik Nekat Bunuh Kakak Kandung

Perselisihan tersebut kembali berlanjut pada keesokan harinya sekitar pukul 01.00 Wita ketika korban kembali ke rumah. YDA melemparkan balok kayu ke arah leher korban hingga terjatuh, yang kemudian diikuti oleh penganiayaan bersama oleh ADN hingga korban tidak sadarkan diri.

“Para pelaku merupakan anak tiri dan anak kandung dari korban. Semuanya sudah kami amankan di Polres Malaka,” ujar Kasat Reskrim Polres Malaka Iptu Dominggus Duran.

“Jadi mereka bawa sama-sama ke belakang rumah yang ada kali mati. Niatnya bawa parang dan linggis untuk mengubur korban,” tutur Dominggus Duran.

Baca Juga : Masalah Bakar Sampah, Pria di Polman Tewas Dibacok Tetangga

Saat tiba di lokasi penguburan, YDA mendapati bahwa korban ternyata masih bernyawa. Remaja tertua tersebut kemudian mengambil sebilah parang dan langsung menggorok leher korban sebanyak dua kali guna memastikan kematiannya sebelum mereka menggali lubang.

“Saat itu merlihat bapaknya itu masih hidup sehingga anak pertama itu (YDA) ambil parang lalu gorok lehernya dua kali sampai meninggal. Kemudian mereka langsung kubur,” pungkas Dominggus Duran.

Penyidik kepolisian kemudian melakukan pemeriksaan mendalam mengenai pembagian peran dari masing-masing anak dalam aksi kejahatan keluarga tersebut.

Baca Juga : Pacar Bunuh Kekasih, Korban Dimutilasi Dalam Kondisi Hamil

“Ketiga pelaku memiliki peran yang berbeda dalam kasus tersebut,” ungkap Dominggus Duran.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, YDA dan ADN bertindak sebagai pelaku utama penganiayaan menggunakan balok kayu serta melakukan pemukulan dan penendangan. Sementara itu, sang anak bungsu berinisial AN memiliki peran yang lebih terbatas dalam rangkaian peristiwa tersebut.

Komentar