Selasa, 17 Maret 2026

Wali Kota Munafri Tekankan Jaga Kondusifitas di Malam Takbiran, Tanpa Konvoi, Petasan dan Mercon

Wali Kota Munafri Tekankan Jaga Kondusifitas di Malam Takbiran, Tanpa Konvoi, Petasan dan Mercon

ABATANEWS, MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar memastikan masyarakat tetap dapat merayakan malam takbiran menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah dengan penuh kegembiraan, namun tetap mengedepankan kenyamanan dan kenyamanan bersama.

Takbiran dimungkinkan berlangsung pada tanggal 19 malam atau 20 Maret 2026. Pihak pemerintah Kota tidak melarang pelaksanaan takbiran, sehingga masyarakat tetap diberi ruang seluas-luasnya untuk mengumandangkan takbir, baik di lorong-lorong maupun di sekitar masjid pada tingkat wilayah masing-masing.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan meskipun tak ada pawai atau takbir keliling seperti tahun sebelumnya, namun pemerintah tetap memberikan ruang bagi Masyarkat muslim mengumandangkan takbiran.

Baca Juga : 27 Lapak PKL di Kecamatan Tallo Ditertibkan

Selaku Wali Kota, Munafri mengimbau masyarakat agar melaksanakan takbiran di lingkungan masing-masing sebagai bentuk menjaga keamanan dan keamanan kota pada malam jelang hari raya idulfitri.

“Kami mengimbau untuk takbiran di lingkungan masing-masing di tingkat kecamatan, bukan berkeliling di jalan raya. Ini sebagai langkah menjaga penjagaan, keamanan, serta kenyamanan masyarakat,” imbuh Munafri, Selasa (17/3/2026).

Menurutnya, Pemerintah Kota tetap memberikan ruang kepada masyarakat untuk menghidupkan malam takbiran.

Baca Juga : Kapal Antar Pulau Segera Beroperasi, Gratis Layani Warga Kepulauan di Makassar

Namun pelaksanaannya diharapkan lebih khidmat, demi menjaga situasi kota tetap aman dan nyaman, pelaksanaan takbiran diarahkan agar dilakukan di wilayah masing-masing.

Selain larangan konvoi di jalan raya, masyarakat juga diimbau untuk tidak menyalakan petasan atau mercon yang dapat mengganggu ketenangan lingkungan serta berpotensi membahayakan keselamatan.

“Boleh takbir Baik di wilayah masing-masing, di tingkat kecamatan, kelurahan, maupun di lingkungan masjid setempat, tentu ada batasannya, tanpa konvoi kendaraan di jalan umum, apalagi bunyi petasan/mercon,” tegasnya.

Baca Juga : Pemkot Makassar Perkuat Implementasi SAKIP, Wali Kota Minta Komitmen dan Konsistensi Kinerja

Selama ini, tradisi takbir keliling sering diaramaikan dengan iring-iringan kendaraan hias, penggunaan petasan, hingga berbagai atraksi di jalan raya.

Munafri menambahkan, malam takbiran sejatinya merupakan momen untuk memperbanyak dzikir, takbir, dan doa sebagai ungkapan rasa syukur setelah menjalankan ibadah puasa selama bulan Ramadhan.

Hingga tahun ini, Pemerintah Kota mengajak masyarakat merayakan malam takbiran secara lebih tertib di lingkungan masing-masing, tidak menimbulkan gangguan bagi pengguna jalan maupun warga lainnya.

Baca Juga : Wali Kota Munafri Hadiri Puncak HUT ke-66 Barru, Borong Produk UMKM Lokal

“Jadi, tidak dilarang takbiran, tapi tidak boleh konvoi keliling, apalagi menggunakan petasan atau knalpot yang mengganggu pengguna jalan. Kami meminta takbiran dilakukan di lingkup masing-masing kecamatan dan di masjid setempat,” tegas Munafri.

Ia juga menjelaskan bahwa volume kendaraan di Kota Makassar, saat ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran bersama dari masyarakat untuk menjaga keamanan dan perdamaian selama malam takbiran berlangsung.

Untuk memastikan kegiatan takbiran di tingkat wilayan berjalan tertib, Pemerintah Kota Makassar juga meminta camat, lurah, RT/RW, tokoh masyarakat, untuk ikut mengawasi warga agar menjaga ketenteraman lingkungan pada malam takbiran.

Baca Juga : DLH Makassar Percepat Pengelolaan Sampah, TPA Antang Berbenah Menuju Sanitary Landfill

Pemerintah Kota juga membuka ruang bagi masyarakat yang ingin melaksanakan kegiatan takbiran di wilayahnya masing-masing dengan tetap berkoordinasi bersama pemerintah kecamatan dan aparat setempat.

Melalui imbauan ini, Pemkot Makassar berharap masyarakat dapat menyambut malam takbiran dengan penuh kekhidmatan, kebersamaan, serta menjaga suasana kota tetap aman dan kondusif, sehingga perayaan Idul Fitri dapat berlangsung dengan tertib, nyaman, dan membawa kedamaian bagi seluruh warga Kota Makassar.

“Besar harapan masyarakat tetap dapat merayakan malam takbiran dengan penuh khidmat dan kebersamaan, sehingga perayaan Idufitri dapat berlangsung aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh warga Kota Makassar,” harap orang nomor satu di Kota Makassar itu.

Baca Juga : Wali Kota Munafri Instruksikan DP2 Genjot Urban Farming untuk Menghapus Sampah Kota

Diketahui, Pemerintah Kota Makassar akan memusatkan pelaksanaan salat Idulfitri di Lapangan Karebosi. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengajak masyarakat untuk hadir dan melaksanakan salat berjamaah bersama.

Ia juga meminta kecamatan dan kelurahan yang berada di sekitar kawasan Karebosi untuk memfokuskan pelaksanaan salat Idulfitri di lokasi tersebut.

Penulis : Wahyuddin
Komentar