Rabu, 29 April 2026

Wakil Bupati Takalar Buka Seleksi Calon Pimpinan BAZNAS Berbasis Digital

Wakil Bupati Takalar Buka Seleksi Calon Pimpinan BAZNAS Berbasis Digital

ABATANEWS, TAKALAR — Dalam upaya melahirkan kepemimpinan lembaga pengelola zakat yang profesional dan akuntabel, Wakil Bupati Takalar, Dr. H. Hengky Yasin, S.Sos., MM., secara resmi membuka seleksi calon pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Takalar. Acara pembukaan ini berlangsung di Laboratorium Komputer Madrasah Aliyah Pesantren Al Qamar, Bajeng, Rabu (29/4/2026).

Seleksi ini menjadi momentum krusial bagi Pemerintah Kabupaten Takalar untuk menyaring figur-figur yang tidak hanya memiliki integritas tinggi, tetapi juga kapasitas dalam mengelola potensi zakat daerah demi kesejahteraan umat.

Poin Utama Seleksi:Sistem Berbasis Digital: Tes dilaksanakan menggunakan fasilitas laboratorium komputer untuk menjamin transparansi dan akuntabilitas hasil secara real-time, Sinergi Kelembagaan: Proses seleksi ini dikawal langsung oleh jajaran Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Takalar dan Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kabupaten Takalar, Fokus Kesejahteraan: Pimpinan yang terpilih nantinya diharapkan mampu mengoptimalkan zakat sebagai instrumen utama pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat di Takalar.

Baca Juga : Bupati Takalar Tekankan ASN Bergerak Cepat Wujudkan Tata Kelola Modern

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Hengky Yasin menegaskan bahwa jabatan pimpinan BAZNAS adalah sebuah amanah besar yang memerlukan dedikasi penuh.

“Seleksi ini adalah rangkaian penting untuk memastikan calon pimpinan BAZNAS yang terpilih nantinya adalah pribadi yang amanah dan mampu mengoptimalkan potensi zakat demi kesejahteraan umat di Takalar,” ujar Dr. H. Hengky Yasin.

Pelaksanaan di Pesantren Al Qamar ini mencerminkan kolaborasi yang erat antara pemerintah dengan institusi pendidikan keagamaan. Melalui seleksi ketat ini, diharapkan BAZNAS Takalar ke depan dapat menghadirkan inovasi program yang sejalan dengan visi pembangunan daerah dalam memperkuat ekonomi berbasis syariah.

Komentar