Rabu, 04 Mei 2022 20:20

Terungkap, Ini Alasan Kuota Haji Indonesia Cuma 100 Ribu

Umat Islam mengelilingi Ka'bah saat melakukan tawaf ibadah haji dengan menerapkan protokol kesehatan. (AFP/HO/Saudi Ministry Of Media)
Umat Islam mengelilingi Ka'bah saat melakukan tawaf ibadah haji dengan menerapkan protokol kesehatan. (AFP/HO/Saudi Ministry Of Media)

ABATANEWS, MAKASSAR – Kuota haji jamaah Indonesia tahun 2022 lebih sedikit ketimbang tahun-tahun sebelumnya.

Bila pada pemberangkatan haji tahun 2019 dan sebelumnya, Indonesia mendapat jatah lebih dari 200 ribu jamaah haji, tahun ini, Pemerintah Arab Saudi cuma memberikan kuota 100.711 (reguler dan khusus).

Rupanya, hal ini dikarenakan, sistem penentuannya dilakukan lewat e-Haj Saudi. Hal itu diungkapkan oleh Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag) Hilman Latief, dalam keterangan tertulisnya, pada Rabu (4/5/2022).

Baca Juga : Kemenag Rilis Daftar Nama Haji Reguler Tahun 2022

“Pemberian kuota haji tahun 1443 H/2022 M tidak dilaksanakan seperti tahun-tahun sebelumnya, yaitu melalui penandatangan MoU antardua negara yang diwakilkan oleh Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi dan Menteri Agama RI. Namun, kuota diberikan secara langsung oleh Pemerintah Arab Saudi melalui e-Haj,” kata Hilman.

Hilma mengatakan, penentuan kuota pada penyelenggaraan ibadah haji 1443 H/2022 M ini bersifat mandatori atau given dari Kementerian Haji Arab Saudi.

Sehingga, tidak ada ruang negosiasi dalam penentuan kuota. Pasalnya, tidak ada pembahasan MoU antarmenteri sebagaimana penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya.

Baca Juga : Rute Penerbangan Makassar-Madinah Kembali Dibuka

“Pembagian kuota haji reguler dan khusus dilakukan mengikuti alokasi yang ditetapkan oleh Pemerintah Arab Saudi. Secara sistem, melalui e-Haj. Pemerintah Arab Saudi membagi sebanyak 92.825 untuk jemaah haji reguler dan 7.226 untuk jemaah haji khusus,” ujarnya.

Hilman mengatakan, dalam suasana pandemi, penetapan kuota haji oleh Kerajaan Arab Saudi, baru diterbitkan pada pertengahan April.

Menurutnya, informasi kepastian kuota haji tahun ini sudah sangat mepet, karena biasanya pembahasan MoU sudah dilakukan sejak bulan Desember tahun sebelumnya.

Baca Juga : Kemenag Beri Sinyal, Hampir Pasti 1 Syawal 1443 H Jatuh pada 2 Mei

Di samping itu, Hilman menilai, Pemerintah Arab Saudi mendasarkan penetapan kuota haji pada data persentase jemaah Indonesia tahun sebelumnya yang memang tidak persis 8 persen.

Ia mengatakan, kuota jemaah yang ditetapkan Saudi tahun ini lebih sedikit dari asumsi kuota yang dibahas bersama DPR, saat rapat biaya penyelenggaraan ibadah haji pada pertengahan April lalu.

“Namun kami tetap syukuri, tahun ini ada jemaah haji Indonesia yang bisa diberangkatkan ke tanah suci untuk ibadah haji,” tuturnya.

Baca Juga : Dana BOS Madrasah Tahap I Cair, Nilainya Rp1,3 Triliun

Lebih lanjut, Hilman mengatakan, Kemenag saat ini fokus menyiapkan layanan untuk jemaah haji Indonesia di dalam dan luar negeri.

“Komunikasi dan koordinasi dengan mitra kita di luar negeri terus berlanjut, baik dengan muassasah, syarikah maupun pemerintah di Saudi, sembari kita mematangkan persiapan layanan jemaah Indonesia,” ucap dia.

Penulis : Wahyuddin
Komentar