ABATANEWS, MAKASSAR – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang perairan Sulawesi Utara pada Senin pagi (8/6/2026) mengakibatkan sejumlah orang mengalami luka-luka.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Manado, George Mercy Randang mengatakam sampai saat ini tercatat 3 warga dilaporkan luka ringan dan dua unit rumah rusak ringan di Kepulauan Sangihe.
“Berdasarkan data sementara Basarnas, 3 orang dilaporkan mengalami luka ringan, dan 2 unit rumah di wilayah Kepulauan Sangihe mengalami kerusakan ringan,” ujar George Mercy Randang dalam keterangannya.
Baca Juga : Gempa Bumi Guncang Bali, Terasa di Buleleng dan Tabanan
Meski demikian, hingga kini tidak ada laporan korban jiwa maupun kerusakan parah. Aktivitas warga di sejumlah wilayah termasuk Manado mulai kembali normal setelah peringatan tsunami dicabut.
Ia mengimbau warga di pesisir pantai, terutama di wilayah Sulawesi Utara, untuk tetap waspada terhadap gempa susulan dan terus memantau informasi resmi dari BMKG serta otoritas setempat.
George Mercy menjelaskan, pihaknya sebelumnya menetapkan pusat gempa di laut, 47 kilometer barat laut Pulau Karatung, dengan kedalaman yang memicu peringatan dini tsunami untuk lima wilayah di timur dan utara Indonesia.
Baca Juga : Gemp Bumi Berkekuatan Magnitudo 2,5 Guncang Kendari
Peringatan tersebut berlangsung selama sekitar tiga setengah jam. BMKG secara resmi mencabut status waspada tsunami pada pukul 11.15 WITA, setelah pemantauan pasang surut air laut tidak menunjukkan ancaman signifikan.
“Kami mengarahkan seluruh personel di pos-pos untuk melakukan assessment, berkoordinasi dengan pemda, serta mendokumentasikan kondisi pasang surut air. Masyarakat juga kami imbau menjauhi pantai menuju daerah aman,” jelasnya.