ABATANEWS, MAKASSAR – Sejumlah kabupaten/kota di Sulawesi Selatan (Sulsel) masuk kategori kekeringan ekstrem. Fenomena El Nino yang masih berlangsung menjadi penyebab utama.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar, 14 daerah terdampak tersebut meliputi Toraja Utara, Tana Toraja, Enrekang, Pinrang, Sidrap, Wajo, Soppeng, Barru, Pangkep, Maros, Makassar, Gowa, Takalar, dan Jeneponto.
Prakirawan BMKG Wilayah IV Makassar, Farid, menjelaskan bahwa pengaruh El Nino membuat curah hujan di sebagian besar wilayah Sulsel berada jauh di bawah normal. Bahkan, kondisi ini diperkirakan bertahan hingga April 2027.
Baca Juga : Laporan BNPB: Karhutla Kaltim Capai 10,65 Hektare, Krisis Air Landa 12.946 Jiwa di Jateng
“Pengaruh El Nino masih cukup terasa dan kondisi kering diperkirakan berlangsung sampai sekitar April 2027,” jelas Farid dalam keterangannya dikutip Jumat (28/8/2026).
Meski demikian, BMKG memprediksi hujan akan mulai turun secara bertahap pada November 2026. Namun, Farid mengingatkan bahwa awal musim hujan tersebut belum otomatis menyudahi krisis air.
“November nanti hujan sudah mulai ada, tetapi volumenya diperkirakan belum normal. Karena itu, masyarakat tetap perlu menghemat dan memantau ketersediaan air,” imbuh Farid.
Baca Juga : Gempa M 7,7 Nagekeo NTT Picu Tsunami Kecil di Sulsel
Kondisi kekeringan berkepanjangan ini berpotensi mengganggu ketersediaan air bersih serta sektor pertanian. Khususnya di wilayah yang jauh dari sumber air dan jaringan irigasi.
BMKG mengimbau masyarakat agar menghemat penggunaan air bersih untuk kebutuhan rumah tangga dan pertanian.
Selain itu, BMKG turut meminta masyarakat menghindari pembakaran sampah atau kegiatan memicu api guna mencegah kebakaran lahan di cuaca panas.