Kamis, 21 April 2022 16:16

Siswi Athirah Makassar Dhiza Raih Juara 1 Olimpiade Muslim Muda Indonesia

Hafizhah Dhiza Adillah kembali membanggakan keluarga dan sekolahnya. Siswi SMP Islam 1 Athirah Makassar itu jadi Juara 1 pada ajang Olimpiade Muslim Muda Indonesia (OMMI). (Tim SMP Athirah Makassar)
Hafizhah Dhiza Adillah kembali membanggakan keluarga dan sekolahnya. Siswi SMP Islam 1 Athirah Makassar itu jadi Juara 1 pada ajang Olimpiade Muslim Muda Indonesia (OMMI). (Tim SMP Athirah Makassar)

ABATANEWS, MAKASSAR – Hafizhah Dhiza Adillah kembali membanggakan keluarga dan sekolahnya. Siswi SMP Islam 1 Athirah Makassar itu jadi Juara 1 pada ajang Olimpiade Muslim Muda Indonesia (OMMI).

Ada 808 peserta yang berhasil ditaklukkan oleh siswa kelas 8 itu. Soal-soal sains yang rumit dan analitik berhasil dirampungkan satu per satu dengan tenang dan percaya diri.

“Ada sedikit kesulitan ketika mengerjakan soal karena ada beberapa soal yang analisisnya lumayan tinggi, jadi agak butuh waktu lebih, sementara waktu yang tersedia terbatas,” ujar Dhiza melalui keterangan tertulisnya, pada Kamis (21/4/2022).

Baca Juga : IOC Serukan Boikot Rusia Dalam Ajang Olahraga Internasional

Ya, Dhiza memang cukup diandalkan untuk lomba-lomba seperti ini. Ia termasuk langganan medali bila ikut dalam kontestasi kecerdasan ilmiah.

Di sekolahnya, Dhiza berada dalam naungan Tim Olimpiade Sains Athirah (TOSA). Dhiza sendiri dimentori langsung pembina TOSA, yakni Adnani Yuni sebagai pembina mata pelajaran Fisika, serta Ansar Manshabadi sebagai pembina Biologi

“Sejak kelas 7, Dhiza sudah diikutkan lomba POSI, hanya 3 kali dia tidak memperoleh medali. Setelah itu setiap bulannya Dhiza selalu memperoleh medali,” kata Yuni.

Baca Juga : Positif Covid Ditemukan di Perkampungan Atlet Olimpiade Tokyo

Lebih lanjut Yuni mengatakan harapan dan target kedepannya untuk Dhiza. Yuni menargetkan Dhiza dapat memperoleh medali emas pada ajang Kompetisi Sains Madrasah (KSM). Semoga harapan ini bisa terwujud, mengingat saat ini Dhiza sudah berdomisili di Bogor.

“Selama Dhiza tidak pindah sekolah maka akan kami bina terus, namun jika qadarallah Dhiza harus pindah sekolah, maka kami hanya bisa berdoa semoga pembinaan yang kami lakukan bisa bermanfaat buat masa depan Ananda,” ucap Yuni.

Penulis : Imam Adzka
Komentar