ABATANEWS, MAKASSAR — Meity Rahmatia membeberkan sejumlah hal yang akan jadi fokusnya, bila sudah dilantik menjadi Anggota DPR RI Periode 2024-2029.
Meity ingin fokus pada isu pemberdayaan perempuan dan pemberian akses pendidikan yang adil dan merasa untuk seluruh masyarakat Sulsel.
“Sebagai wakil rakyat dari kalangan perempuan, tentu ingin menjadikan kaum perempuan sebagai garda terdepan,” katanya, saat diwawancarai usai menggelar buka puasa bersama, di kantor usahanya, di Jalan AP Pettarani, pada Sabtu (16/3/2024).
Baca Juga : Raker dengan Menpar, Agustina Mangande Minta Pariwisata Toraja Mendapat Perhatian
Sebab, menurut Anggota DPRD Sulsel itu, perempuan memiliki kepekaan yang lebih dalam banyak hal.
“Itulah salah satu kelebihan legislator perempuan. Mereka lebih detail lagi, khususnya pada urusan penganggaran. Maka dari itu, kita tentu mau agar kiranya APBN yang dirasakan oleh masyarakat itu bisa lebih merata di Sulsel,” ucap politisi PKS itu.
Hal lain yang ingin diprioritaskan oleh Meity yakni perihal pendidikan. Ia mengatakan, sejauh ini, masih banyak masyarakat Sulsel yang belum mengenyam pendidikan. Terutama dalam hal menjalani program wajib pendidikan dari pemerintah.
Baca Juga : Timwas Haji DPR RI Nurdin Halid Tekankan Garuda Indonesia Harus Ramah Lansia dan Disabilitas
“Nah ini perlu dari kita untuk terus menyuarakan hal itu,” jelasnya.
Selain itu, ia juga ingin lebih gencar lagi menyosialisasikan tentang penguatan nilai-nilai spiritual. Sebab, lanjut Meity, kejahatan-kejahatan sekarang ini makin merajalela.
“Makanya saya nantinya tentu mau lebih mengedukasi masyarakat dengan menyelenggarakan sejumlah program kemasyarakatan dari kami sebagai wakil rakyat,” ungkapnya.
Baca Juga : Legislator DPR RI Setuju THR Harus Dibayarkan 2 Pekan Sebelum Idulfitri
Seperti diketahui, berdasarkan hasil rekapitulasi di tingkat provinsi, Meity meraup 97.783 suara pada hasil Pileg 2024. Meity mengisi kursi ke-4 dari 8 kursi yang tersedia pada Dapil Sulsel I.
Selain itu, Meity juga sukses mengisi kekosongan PKS pada dapil tersebut. Pasalnya, pada Pileg 2019 lalu, PKS gagal menempatkan wakilnya di Senayan.