Jumat, 17 April 2026

Unhas Siapkan 1.128 Pengawas UTBK SNBT 2026

Unhas Siapkan 1.128 Pengawas UTBK SNBT 2026

ABATANEWS, MAKASSAR – Upaya menjaga integritas dan kredibilitas pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK SNBT) terus diperkuat melalui sistem pengawasan yang lebih terstruktur dan konsisten. Langkah ini penting untuk memastikan proses seleksi berlangsung adil, objektif dan transparan.

Universitas Hasanuddin (Unhas) menempatkan pengawas sebagai garda terdepan dalam menjaga mutu pelaksanaan ujian. Peran ini tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menjadi kunci dalam memastikan seluruh prosedur berjalan sesuai ketentuan.

Pengawas dituntut memiliki ketelitian, integritas, dan komitmen tinggi. Konsistensi dalam menjalankan tugas menjadi faktor penentu keberhasilan pelaksanaan UTBK SNBT, sehingga kualitas proses seleksi dapat terjaga secara menyeluruh.

Baca Juga : Unhas Perketat Sistem Keamanan UTBK SNBT 2026

Rektor Unhas Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., menyampaikan, para pengawas UTBK adalah pejuang yang mengemban tanggung jawab besar dalam menjaga kualitas pelaksanaan ujian.

Peran tersebut bukan sekadar formalitas, melainkan menjadi penentu kredibilitas proses seleksi. Melalui dedikasi para pengawas, Unhas diharapkan dapat terus menjadi tolak ukur pelaksanaan UTBK di kawasan timur Indonesia.

Lebih lanjut, Prof. JJ menegaskan bahwa setiap pengawas harus bekerja secara profesional, teliti, dan berintegritas tinggi. Tidak hanya menjalankan tugas, tetapi juga memastikan seluruh proses berlangsung jujur dan adil, tanpa memberi ruang bagi praktik kecurangan.

Baca Juga : Diplomasi Pendidikan Unhas, Targetkan 1.000 Mahasiswa Tiongkok

Unhas tidak akan menoleransi segala bentuk kecurangan. Siapa pun yang terbukti melanggar akan dikenakan sanksi tegas hingga dikeluarkan dari Unhas. Diperlukan komitmen yang kuat dan semangat saling mengawasi, karena yang dipertaruhkan bukan hanya pelaksanaan ujian, tetapi juga nama baik institusi,” jelas Prof. JJ dalam keterangannya dikutip Jumat (17/4/2026).

Prof JJ juga menyinggung adanya oknum internal yang terlibat dalam pelanggaran pada pelaksanaan sebelumnya. Terhadap hal tersebut, Unhas telah mengambil langkah tegas tanpa kompromi, termasuk pemberhentian, sebagai bentuk komitmen menjaga marwah institusi. Hal ini disampaikan,

Pembelajaran dari pengalaman tersebut mendorong Unhas untuk terus meningkatkan sistem pengendalian secara menyeluruh. Seluruh sivitas akademika diingatkan agar tidak memberi ruang terhadap segala bentuk penyimpangan. Sekaligus menjadi pengingat bahwa Unhas memiliki sikap tegas terhadap segala bentuk perbuatan yang melanggar aturan.

Baca Juga : Lewat Workshop Kehumasan, Fakultas Kedokteran Unhas Siap Memasuki Era 5.0

Pesan ini disampaikan Prof JJ melalui kegiatan pengarahan kepada 1.128 pengawas UTBK SNBT yang berlangsung di Baruga AP Pettarani, mulai pukul 09.30 WITA, Kamis (16/04). Kegiatan ini bertujuan menyamakan persepsi sekaligus memperkuat kesiapan teknis sebelum pelaksanaan ujian.

Sebagai bagian dari penguatan tata kelola, Unhas sebelumnya juga menggelar pengarahan bagi 84 Penanggung Jawab Lokasi (PJL) UTBK SNBT di Gedung Auditorium Amiruddin, Fakultas Kedokteran, pukul 08.00 WITA, Kamis (16/04).

Dimana, Prof. JJ kembali menekankan pentingnya peningkatan pengawasan secara berkelanjutan, dengan memastikan seluruh unsur memiliki komitmen yang sama dalam menjaga integritas.

Baca Juga : Unhas Peroleh Kuota Terbesar Program Beasiswa Bank Indonesia 2026

Dirinya menegaskan, tidak boleh ada ruang, niat, maupun upaya sekecil apa pun untuk membantu terjadinya kecurangan.

Dalam kegiatan ini, para peserta dibekali dengan informasi mengenai tata tertib pelaksanaan ujian, termasuk bentuk pengawasan dan koordinasi yang dilakukan oleh para pengawas maupun PJL.

Diharapkan, kegiatan pengarahan ini bisa membantu para pengawas dan PJL menjalankan tugas dan tanggungjawabnya dengan baik.

Baca Juga : Dapur MGB Unhas Perkuat Integrasi Riset dan Layanan Gizi Berbasis Kampus

Pelaksanaan UTBK SNBT di Unhas digelar dalam 16 sesi, mulai 21–28 April, tersebar di 15 lokasi dengan 43 ruang ujian. Didukung 1.128 pengawas dan 84 PJL, seluruh rangkaian berlangsung terstruktur di Kampus Tamalanrea dan Gowa.

Penulis : Wahyuddin
Komentar