ABATANEWS, MAKASSAR – Setelah menyambangi kecamatan demi kecamatan untuk melihat perkembangan program pemberdayaan keluarga, rangkaian Supervisi, Monitoring, Evaluasi, dan Pelaporan (SMEP) TP PKK Kota Makassar Tahun 2026 akhirnya tiba di penghujung perjalanan.
Kecamatan Kepulauan Sangkarrang menjadi lokasi terakhir pelaksanaan SMEP yang dibuka langsung Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, Selasa (8/9/2026).
Bagi Melinda, penutupan rangkaian SMEP di wilayah kepulauan memiliki makna tersendiri. Sangkarrang memperlihatkan bahwa semangat kader untuk menjalankan program PKK tetap tumbuh meski berhadapan dengan kondisi geografis dan akses yang berbeda dari kecamatan di daratan.
Baca Juga : Pemkot Makassar dan BPK Sulsel Perkuat Pengawasan dan Tata Kelola BUMD
“Setiap tempat punya cerita dan tantangannya sendiri. Justru melalui SMEP kita bisa melihat lebih dekat bagaimana kader bekerja, apa yang sudah berjalan dengan baik, dan bagian mana yang masih perlu kita dorong bersama,” kata Melinda.
Ia menegaskan, SMEP tidak boleh berhenti sebagai kegiatan administratif. Di balik angka, laporan, dan dokumen yang diperiksa, ada kerja kader yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat. Karena itu, proses evaluasi harus mampu menghasilkan gambaran nyata mengenai kebutuhan di lapangan.
Melinda mengapresiasi para kader PKK di Kecamatan Kepulauan Sangkarrang yang terus bergerak menjalankan program di tengah karakter wilayah kepulauan.
Baca Juga : Bantu Petugas Kebersihan, DLH Makassar Hibahkan Motor Tiga Roda untuk Pasar Senggol
Menurutnya, kondisi tersebut justru menjadi ruang bagi kader untuk menghadirkan inovasi yang sesuai dengan potensi dan kebutuhan masyarakat setempat.
“Administrasi penting, tetapi yang lebih penting adalah dampaknya. Apakah program kita membantu keluarga? Apakah masyarakat merasakan manfaatnya? Itu yang harus selalu menjadi pertanyaan kita,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Melinda juga mengajak seluruh jajaran TP PKK untuk menjadikan hasil SMEP sebagai bahan evaluasi bersama, bukan sekadar catatan penilaian.
Baca Juga : Lantik Pejabat Fungsional, Wali kota Appi Tekankan Pelayanan Publik Tak Boleh Sekadar Seremonial
Setiap temuan dan capaian yang muncul selama pelaksanaan SMEP akan menjadi masukan untuk memperkuat program PKK sekaligus menentukan langkah berikutnya.
Menurutnya, perjalanan SMEP selama 2026 telah memberikan banyak gambaran tentang kekuatan sekaligus pekerjaan rumah yang masih harus diselesaikan.
Hal tersebut menjadi modal penting untuk memastikan program pemberdayaan keluarga semakin relevan dengan dinamika masyarakat.
Baca Juga : Berkat Pilah Sampah Mandiri, 15.177 Warga Tamalate Makassar Bebas Iuran
“Evaluasi bukan berarti mencari kekurangan. Evaluasi adalah cara kita memastikan bahwa apa yang kita kerjakan benar-benar berada di jalur yang tepat. Kalau ada yang belum maksimal, kita perbaiki. Kalau ada yang sudah baik, kita kembangkan,” jelasnya.
Melinda berharap semangat kader tidak berhenti setelah rangkaian SMEP selesai. Sebaliknya, hasil evaluasi di setiap wilayah diharapkan dapat segera diterjemahkan menjadi program dan gerakan yang lebih nyata, kolaboratif, serta memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
Dengan pelaksanaan SMEP di Kecamatan Kepulauan Sangkarrang, seluruh rangkaian SMEP TP PKK Kota Makassar Tahun 2026 resmi ditutup. Namun bagi Melinda, selesainya rangkaian monitoring justru menjadi titik awal untuk bekerja dengan arah yang lebih jelas.
Baca Juga : Wali Kota Makassar Perluas Program Iuran Sampah, 5.366 KK di Tamalanrea Akan Menikmati
“SMEP selesai, tetapi kerja kita terus berjalan. Catatan dari lapangan harus kita bawa pulang, kita tindak lanjuti, dan kita jadikan pijakan untuk membuat PKK semakin hadir dan semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkasnya.