ABATANEWS, TAKALAR — Prestasi luar biasa kembali ditorehkan putra daerah Kabupaten Takalar di kancah internasional. Muhammad Alfarizqi Faried, siswa kelas 1 SDN 5 Ballo berhasil mengharumkan nama Indonesia setelah meraih Juara 1 Tingkat Nasional dan Juara 4 Tingkat Internasional pada ajang robotik bergengsi “Cordeavour 7.0”.
Kompetisi tersebut diselenggarakan oleh STEMPedia dan berlangsung di Universitas BINUS dengan diikuti peserta dari berbagai negara.
Di usia yang masih sangat muda, Alfarizqi mampu menunjukkan kemampuan luar biasa di bidang teknologi dan robotika. Ia bahkan dipercaya mewakili Sulawesi Selatan dalam kompetisi internasional tersebut.
Baca Juga : Takalar Kembali Raih WTP, Bupati Daeng Manye Tegaskan Komitmen Tata Kelola Keuangan Transparan
Pencapaian membanggakan ini mendapat apresiasi dari keluarga dan masyarakat sekitar. Namun di balik keberhasilan besar tersebut, keluarga menyayangkan minimnya perhatian dan publikasi terhadap prestasi sang anak.
“ Itu anak mewakili Sulsel dan menjadi juara 1 tingkat nasional dan juara 4 tingkat internasional lomba robot,” ungkap pihak keluarga kepada awak media melalui pesan WhatsApp, Rabu (26/5/2026).
Keluarga juga menyebutkan bahwa juara pertama tingkat internasional diraih oleh peserta asal India.
Baca Juga : Halal Bihalal dengan Media, Bupati Daeng Manye Dorong Promosi Pariwisata Takalar
“Juara 1 internasional direbut perwakilan dari India. Katanya infonya sudah ada sama kepala sekolahnya, tapi entah sudah dilapor ke Diknas atau belum,” ujarnya.
Prestasi Muhammad Alfarizqi Faried menjadi bukti bahwa anak-anak daerah, termasuk dari Kabupaten Takalar, memiliki potensi besar untuk bersaing di level nasional hingga internasional, khususnya dalam bidang sains dan teknologi.
Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi pelajar lainnya untuk terus mengembangkan kreativitas, inovasi, dan kemampuan di era digital.
Baca Juga : Takalar Terbaik III Pengendalian Inflasi, Diganjar Insentif Fiskal Rp1 M dari Kemendagri
Hingga berita ini diterbitkan, pihak sekolah maupun Dinas Pendidikan belum memberikan keterangan resmi terkait prestasi internasional yang diraih siswa tersebut