Sabtu, 25 Juli 2026

Perkuat Layanan di Kepulauan, Damkarmat Makassar Hadirkan Inovasi API BAHARI

Perkuat Layanan di Kepulauan, Damkarmat Makassar Hadirkan Inovasi API BAHARI

ABATANEWS, MAKASSAR — Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Makassar menghadirkan inovasi pelayanan publik bertajuk API BAHARI (Aksi Pemberdayaan Inovatif Berbasis Masyarakat Pesisir).

Tujuannya, sebagai upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat pesisir dan kepulauan dalam menghadapi ancaman kebakaran, penyelamatan (rescue), hingga berbagai kondisi kedaruratan.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Makassar, Fadli Wellang, mengatakan API BAHARI merupakan langkah strategis untuk membangun sistem penanggulangan keadaan darurat yang lebih cepat, adaptif, dan berbasis partisipasi masyarakat.

Baca Juga : Pemkot Makassar dan BPK Sulsel Perkuat Pengawasan dan Tata Kelola BUMD

“API BAHARI atau Aksi Pemberdayaan Inovatif Berbasis Masyarakat Pesisir mengusung semangat Pesisir Tanggap, Komunitas Kuat, Makassar Aman,” ujarnya, Jumat (24/7/2026).

Menurutnya, inovasi tersebut dirancang sebagai solusi atas tantangan geografis Kota Makassar yang memiliki wilayah kepulauan, khususnya di Kecamatan Kepulauan Sangkarrang.

Dimana akses menuju lokasi kejadian kerap dipengaruhi oleh kondisi cuaca dan jarak tempuh sehingga berdampak pada waktu respons petugas.

Baca Juga : Bantu Petugas Kebersihan, DLH Makassar Hibahkan Motor Tiga Roda untuk Pasar Senggol

“Melalui inovasi ini, masyarakat tidak lagi hanya menjadi penerima layanan, tetapi menjadi bagian penting dalam sistem penanggulangan keadaan darurat,” tambah Fadli.

Ia menjelaskan, selama ini masyarakat di wilayah pesisir dan kepulauan menghadapi tantangan besar ketika terjadi kebakaran maupun kondisi darurat lainnya karena keterbatasan akses layanan pemadam kebakaran.

Oleh sebab itu, Damkarmat Makassar membangun konsep pemberdayaan masyarakat agar mampu melakukan tindakan awal sebelum petugas tiba di lokasi.

Baca Juga : Lantik Pejabat Fungsional, Wali kota Appi Tekankan Pelayanan Publik Tak Boleh Sekadar Seremonial

Melalui API BAHARI, Damkarmat membentuk Relawan API BAHARI yang berasal dari masyarakat pesisir. Para relawan akan mendapatkan pelatihan secara bertahap mengenai pencegahan dan penanggulangan kebakaran.

“Juga, teknik penyelamatan (rescue), Bantuan Hidup Dasar (BHD), mitigasi bencana, hingga mekanisme pelaporan kejadian secara cepat dan terkoordinasi,” katanya.

Fadli menututkan, kehadiran relawan tersebut diharapkan menjadi garda terdepan dalam melakukan respons awal terhadap berbagai insiden di wilayah kepulauan sehingga risiko korban jiwa maupun kerugian material dapat diminimalkan.

Baca Juga : Berkat Pilah Sampah Mandiri, 15.177 Warga Tamalate Makassar Bebas Iuran

“Program ini mengedepankan kolaborasi. Pemerintah memberikan penguatan kapasitas, sementara masyarakat menjadi mitra aktif dalam menjaga keselamatan lingkungannya masing-masing,” jelasnya.

Dia menyampaikan, dalam implementasi nantinya, program API BAHARI disusun melalui tahapan atau milestone yang berkelanjutan. Pada jangka pendek, fokus diarahkan pada pembentukan fondasi program, meliputi pembentukan Tim Efektif API BAHARI.

Selain itu, pemetaan para pemangku kepentingan (stakeholder), pembentukan Relawan API BAHARI di wilayah percontohan, serta pelaksanaan sosialisasi dan pelatihan dasar kepada masyarakat pesisir.

Baca Juga : Wali Kota Makassar Perluas Program Iuran Sampah, 5.366 KK di Tamalanrea Akan Menikmati

Tahapan ini menjadi langkah awal untuk membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat sekaligus memperkuat koordinasi antarinstansi.

“Pada jangka menengah, Damkarmat Makassar akan memperkuat implementasi program melalui peningkatan kapasitas relawan dengan pelatihan lanjutan dan simulasi berkala,” tuturnya.

Tak hanya itu, kata Fadli akan dilakukan penguatan koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD), pemerintah kecamatan, kelurahan, hingga unsur masyarakat dalam membangun sistem pelaporan kejadian darurat berbasis masyarakat yang lebih cepat dan efektif.

Baca Juga : 103 Ribu Pekerja Rentan Makassar Terlindungi, Direktur Pelayanan BPJS: Kebijakan Appi Kami Apresiasi

Ia menyebutkan, pada fase ini diharapkan masyarakat memiliki kemampuan melakukan respons awal terhadap kebakaran maupun kondisi darurat lainnya sebelum bantuan utama tiba di lokasi.

Sementara itu, jangka panjang, API BAHARI menargetkan pembangunan Posko Pemadam Pesisir yang akan menjadi pusat layanan kedaruratan di wilayah kepulauan.

Posko tersebut direncanakan dilengkapi dengan sarana pendukung berupa fire boat dan fire pump guna mempercepat operasi pemadaman kebakaran serta penyelamatan di kawasan pesisir dan pulau-pulau.

Baca Juga : Kemarau Panjang, Wali Kota Makassar Bersama Warga Salat Istisqa di Al-Markaz

Keberadaan Posko Pemadam Pesisir diharapkan menjadi bagian dari sistem pelayanan kedaruratan Kota Makassar yang mampu mempercepat waktu respons.

“Ini akan memperluas jangkauan layanan Damkarmat, serta meningkatkan perlindungan keselamatan masyarakat,” jelasnya.

Menurut Fadli, inovasi API BAHARI tidak hanya berorientasi pada penanganan kebakaran, tetapi juga membangun budaya sadar keselamatan di tengah masyarakat pesisir melalui edukasi, pelatihan, dan kolaborasi yang berkesinambungan.

Baca Juga : Ayo Ikut Sayembara Logo HUT ke-419 Kota Makassar, Desainer Wajib Lewati Seleksi Portofolio

Ia berharap implementasi program tersebut mampu melahirkan masyarakat pesisir yang tanggap, mandiri, dan memiliki kapasitas menghadapi berbagai kondisi darurat.

Selain itu, API BAHARI diharapkan memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan pelayanan publik yang cepat, adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada keselamatan warga.

“Harapan kami, program perubahan ini tidak hanya berhasil diterapkan di wilayah kepulauan Kota Makassar, tetapi juga dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat pesisir yang bisa direplikasi di daerah lain yang memiliki karakteristik geografis,” tutup Fadli. (*)

Komentar