Minggu, 19 April 2026

Sedang Gencatan Senjata, Tentara Israel Tetap Lanjutkan Operasi Militer di Lebanon Selatan

Serangan udara Israel di desa Khiam di Lebanon selatan dekat perbatasan dengan Israel pada 23 Maret 2024. (Foto: Rabih Daher/AFP)
Serangan udara Israel di desa Khiam di Lebanon selatan dekat perbatasan dengan Israel pada 23 Maret 2024. (Foto: Rabih Daher/AFP)

ABATANEWS, BEIRUT — Pasukan Israel pada Sabtu (18/4) melanjutkan operasi militer di Lebanon selatan terlepas dari gencatan senjata yang telah berlaku sejak Kamis (16/4) malam waktu setempat, menurut kantor berita nasional Lebanon, National News Agency.

Di Distrik Nabatieh, artileri Israel menyasar wilayah pinggiran Desa Deir Siriane. Lebih jauh ke selatan di Marjayoun, pasukan Israel melakukan penghancuran rumah skala besar di Desa Taybeh, lapor kantor berita tersebut.

Pasukan Israel di Khiam menutup sepenuhnya kota tersebut, memblokir seluruh akses masuk menggunakan gundukan tanah dan penghalang untuk mencegah warga kembali. Laporan terpisah mengonfirmasi adanya operasi peledakan lanjutan oleh Israel di dalam kota tersebut.

Baca Juga : Pemimpin Hizbullah Tolak Pembicaraan dengan Israel, Janji Lanjutkan Perlawanan

Di Distrik Bint Jbeil, Kepala Desa Bayt Lif Izzat Hammoud mendesak otoritas Lebanon untuk segera menghentikan pembongkaran, pembuldoseran, dan penghancuran rumah yang dilakukan Israel.

Hammoud menuduh Israel mengeksploitasi gencatan senjata untuk melanjutkan pelanggaran, mengatakan warga masih dilarang kembali untuk memeriksa properti mereka.

Menurut para pejabat Lebanon, Hizbullah sejauh ini menahan diri untuk tidak membalas.

Baca Juga : Korban Tewas Akibat Serangan Israel di Lebanon Capai 2.020 Orang

Gencatan senjata 10 hari antara Israel dan Lebanon mulai berlaku pada tengah malam antara Kamis dan Jumat (17/4) waktu setempat, menyusul pengumuman sebelumnya oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Komentar