Jumat, 02 Februari 2024 09:33

Pertumbuhan Ekonomi Sulsel Solid, Inflasi Terkendali

Pertumbuhan Ekonomi Sulsel Solid, Inflasi Terkendali

ABATANEWS, MAKASSAR – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan, laju pertumbuhan ekonomi regional pada Kuartal III-2023 tertinggi kedua dicapai oleh wilayah Sulawesi sebesar 6,44 persen (yoy) dengan besaran kontribusi terhadap perekonomian nasional sebesar 7,25 persen.

“Provinsi Sulawesi Selatan mampu tumbuh 4,05 persen (yoy) ditopang oleh sektor pertambangan dan penggalian serta ekspor,” kata Airlangga dalam pertemuan dengan jajaran Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Selatan di Kota Makassar, Kamis, 1 Februari 2024.

Ketua Tim Pengendali Inflasi Pusat ini menilai, pertumbuhan ekonomi Sulsel solid, inflasi terkendali dan tingkat kemiskinan Sulsel 8,70 persen di bawah nasional 9,36 persen.

Baca Juga : BI Siap Support Pengembangan Sektor Pertanian, Perikanan, dan Peternakan di Sulsel

Adapun data dari BPS, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan kembali mencetak rekor di awal tahun 2024 ini, dengan keberhasilan mengendalikan inflasi. Saat ini tercatat inflasi Sulsel untuk Bulan Januari 2024 mencapai 2,38 persen year on year (yoy) atau di bawah rata-rata inflasi nasional 2,57 persen.

Angka inflasi di bawah nasional kali ini merupakan pencapaian kedua Sulsel selama lima tahun terakhir. Pencapaian pertama yakni pada Bulan November 2023 lalu.

Sedangkan inflasi Januari 2023 terhadap Desember 2023 yang 0,36 persen lebih tinggi dari inflasi nasional dari Januari terhadap Desember 0,04 persen.

Baca Juga : Gelar GPM di Bone, Pj Gubernur Sulsel Pastikan Stok Beras Aman Hingga Juni 2024

“Kami berharap ke depan inflasi bisa terus ditekan, tapi yang lebih penting sebagai tujuan utama adalah meninggikan pertumbuhan ekonomi,” kata Menko Airlangga.

Sebagai lumbung pangan, Sulsel memiliki peran penting dalam pencapaian target inflasi. Menko Airlangga juga mengharapkan agar Provinsi Sulawesi Selatan dapat tetap menjadi penyumbang ekonomi terbesar di wilayah Sulawesi. Sekaligus hub untuk kawasan Timur Indonesia.

Sebelumnya, Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan, Bahtiar Baharuddin, menyatakan, sebagai hub Indonesia Timur, pembangunan Sulawesi Selatan ke depan akan mengusung konsep Ekonomi Biru. Hal ini untuk mewujudkan Provinsi Sulawesi Selatan yang mandiri, maju, dan berkelanjutan.

Baca Juga : Menko Airlangga Sebut Program Makan Siang Gratis Bisa Diambil dari Dana BOS

Sulawesi Selatan merupakan daerah yang dinamis dan kondusif untuk pengembangan investasi. Terutama yang berkaitan dengan sektor potensial yakni kelautan-perikanan, pertanian-perkebunan, sektor peternakan dan sektor energi, yang sejalan dengan konsep sustainability (keberlanjutan), inklusifitas, serta mendukung kelestarian lingkungan sebagaimana konsep yang diusung baik oleh Blue Economy maupun Green Economy.

“Ekonomi biru menjadi isu penting belakangan ini karena lautan yang sehat menyediakan pekerjaan dan makanan, menopang pertumbuhan ekonomi, mengatur iklim, dan mendukung kesejahteraan masyarakat pesisir. Inilah yang menjadi arah ekonomi baru Sulawesi Selatan,” jelas Bahtiar.

Penulis : Azwar
Komentar