ABATANEWS, MAKASSAR – Ribuan hektar sawah di Kabupaten Sidrap, Sulsel terancam gagal panen akibat kekeringan. Kondisi ini diperparah dengan hadirnya El Nino yang mengakibatkan kekeringan terasa panjang pada tahun ini.
Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif mengatakan, dari total sawah di Sidrap 52.200 hektare, ada kurang lebih 1.000 hektare yang terancam gagal panen. Sisanya, dia memastikan tak ada masalah meski telah memasuki musim kemarau.
“Jadi ada sekitar 1.000 hektare terdampak kekeringan. Dari total sawah di Sidrap 52.200 hektare, ada kurang lebih 1.000 hektare (terancam gagal panen). Sementara 51.000 lebih yang berhasil,” ungkap Syaharuddin Alrif, di Rujab Gubernur Sulsel, Rabu (5/8/2026).
Baca Juga : Fenomena El Nino Sudah Terasa di Sebagian Wilayah Sulsel
Dia menjelaskan, upaya yang saat ini dilakukan petani demi menyelamatkan 1.000 hektar sawah dengan memompa air. Sementara pemerintah setempat mendistribusi air, hingga mengerahkan Armada Damkar untuk mengairi sawah.
“Tapi Insyaallah kalau di Sidrap sedikit lagi panen, di minggu pertama Agustus, minggu kedua Agustus, itu sudah panen raya,” bgber Syahar sapaannya.
Lebih jauh, Syahar menjelaskan dampak El Nino di Kabupaten Sidrap memang sudah terasa. Namun, kondisi kekeringan tidak terlalu berdampak serius pada seluruh persawahan.
Baca Juga : Antisipasi Kebakaran dan Kekeringan di Musim Kemarau, Damkar Makassar Siagakan 7 Posko Hingga 60 Armada
Pasalnya, di Sidrap sendiri ada sekitar 30.000 hektar sawah yang memiliki irigasi terdistribusi air dengan baik. Selain itu, ada pula sawah tada hujan tetapi telah dialiri listrik.
“Untuk sawah tadah hujan, kami sudah antisipasi dan kemarin listrik masuk sawah dan pompanisasi program balai Kementerian PU melalui program JIAT (Jaringan Irigasi Air Tanah), akhirnya terkendali,” papar Syahar.
Meski demikian, dari total hektar keseluruhan sawah di Sidrap tidak semua mampu dikendalikan pengairannya. Sebab banyak pengairan sawah sudah mengalami kekeringan.
Baca Juga : Pemkot Makassar Bersiap Hadapi El Nino Godzilla, Antisipasi Krisis Air Bersih Jadi Fokus Utama
“Memang maish ada beberapa hektare yang terdampak kekeringan. Karena sumber debit air dari Embung, Bendung Kecil, Dam Parit, dari sungai, memang sudah tidak ada, sudah mengering,” pungkasnya.