ABATANEWS, MAKASSAR – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan pemerintah mengambil langkah konkret untuk menjawab tuntutan para peternak ayam mandiri. Langkah ini mencakup kepastian penyerapan komoditas telur dan daging ayam, ketersediaan pakan, hingga pengendalian harga pakan yang selama ini membebani peternak kecil.
Amran mengungkapkan, salah satu tuntutan utama peternak adalah agar hasil produksi telur dan daging ayam dapat diserap melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menanggapi hal tersebut, pemerintah telah berkoordinasi langsung dengan Badan Gizi Nasional (BGN) selaku pengelola program.
“Sebenarnya yang diminta itu sudah kami tanda tangani. Kami meminta MBG agar menyerap telur dan daging ayam. Kami sudah bersurat resmi dan menelepon langsung Kepala BGN, dan beliau sudah setuju,” ujar Amran di Kampus Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar.
Baca Juga : Kemendikdasmen Kucurkan Pendanaan Riset Rp31,3 Miliar Untuk Unhas
Selain jaminan penyerapan hasil produksi, pemerintah juga memastikan ketersediaan dan keterjangkauan pakan melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang disubsidi negara. Amran telah memerintahkan Perum Bulog untuk menyalurkan pakan SPHP tersebut kepada peternak hingga Desember 2026.
“Harga pakan nanti menggunakan harga SPHP yang disubsidi pemerintah dan disalurkan oleh Bulog. Keputusannya sudah kami putuskan dan tanda tangani sebelum ada rencana aksi demonstrasi besar-besaran dari para peternak,” tegasnya.
Terkait tingginya biaya produksi—termasuk harga pakan dan bibit ayam umur sehari (day-old chick/DOC)—Mentan menekankan komitmen pemerintah untuk berada di pihak peternak skala kecil. Ia menegaskan tidak akan membiarkan peternak mandiri tertekan oleh dominasi perusahaan integrator besar.
Baca Juga : Mahasiswa Keperawatan Unhas Pelajari Praktik Keperawatan Berbasis Bukti di Jepang
“Yang terpenting, pemerintah harus berpihak pada peternak kecil. Kami diangkat jadi menteri disumpah untuk berpihak pada rakyat, bukan sekadar basa-basi atau pencitraan. Kami tidak boleh biarkan peternak kecil dipermainkan oleh perusahaan besar. Pasti kami tindak tegas!” kata Amran.
Amran menambahkan, pihak asosiasi peternak menyambut positif rangkaian kebijakan yang diambil pemerintah tersebut setelah dirinya berkomunikasi langsung dengan Ketua Asosiasi Peternak Indonesia.
Melalui integrasi pakan bersubsidi dan penyerapan hasil ternak ke dalam program MBG, pemerintah berharap dapat menjaga keseimbangan antara tingkat produksi dan kebutuhan pangan nasional, sekaligus memberikan kepastian pasar bagi peternak kecil di tengah fluktuasi harga komoditas.