Sabtu, 26 September 2026

Jokowi Resmi Tegaskan Diri Gabung PSI, Yakin Tembus Senayan: “Jangan Ragu!”

Presiden ke-7 RI Joko Widodo secara terbuka menegaskan telah menjadi anggota Partai Solidaritas Indonesia (PSI) saat Rakorda DPD PSI Kota Bandung di Grand Pasundan, Jalan Pasteur, Bandung, Sabtu (26/9/2026). (Foto : Istimewa)
Presiden ke-7 RI Joko Widodo secara terbuka menegaskan telah menjadi anggota Partai Solidaritas Indonesia (PSI) saat Rakorda DPD PSI Kota Bandung di Grand Pasundan, Jalan Pasteur, Bandung, Sabtu (26/9/2026). (Foto : Istimewa)

ABATANEWS, BANDUNG – Presiden ke-7 RI Joko Widodo secara terbuka menegaskan dirinya telah menjadi anggota Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Penegasan itu disampaikan Jokowi saat menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) DPD PSI Kota Bandung di Grand Pasundan, Jalan Pasteur, Bandung, Sabtu (26/9/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi memperlihatkan Kartu Tanda Anggota (KTA) PSI miliknya di hadapan ratusan kader. Ia menyebut telah menjadi bagian dari keluarga besar PSI sejak 14 Oktober 2025.

“Supaya tahu semuanya, bahwa saya itu sudah masuk menjadi keluarga besar PSI. Itu sudah 14 Oktober 2025,” ujar Jokowi.

Baca Juga : Puluhan Ribu Warga Ikut Jalan Sehat PSI di Makassar, Kaesang: Politik Harus Menyenangkan

Jokowi mengatakan dirinya sengaja memperlihatkan KTA tersebut untuk menjawab keraguan publik mengenai status keanggotaannya di PSI. Momen itu pun menjadi salah satu sorotan utama dalam Rakorda PSI Kota Bandung.

– Yakin PSI Akan Jadi Partai Besar

Dalam forum yang sama, Jokowi yang mmenyampaikan keyakinannya bahwa PSI akan berkembang menjadi partai besar.

Baca Juga : Jokowi Beri Target Kaesang DKK, Struktur Organisasi PSI Rampung Akhir 2026

“Ini partai baru, tapi juga hati-hati. Meskipun partai baru, hati-hati, ini akan menjadi partai besar,” kata Jokowi kepada kader.

Menurut Jokowi, perkembangan PSI mulai mendapat perhatian dari banyak pihak. Ia bahkan menyebut sudah ada pihak yang merasa khawatir dengan perkembangan partai tersebut.

“Tetapi sekarang ini sudah banyak yang ketakutan,” tegasnya.

Baca Juga : Jokowi Tegaskan Masih Sanggup Datang ke Provinsi Hingga Kecamatan Demi Target Besar PSI

Jokowi kemudian mempertanyakan alasan sejumlah pihak mengkhawatirkan PSI yang masih tergolong sebagai partai baru.

“Wong sama partai baru saja kok takut,” ujarnya.

Ia pun meminta kader PSI untuk percaya diri dan tidak ragu menghadapi persaingan politik.

Baca Juga : Diapasangkan Jaket oleh Kaesang, RMS Resmi Gabung PSI Usai Tinggalkan Partai NasDem

– Jangan Jadikan Ambang Batas

Jokowi juga mengingatkan kader PSI agar tidak menjadikan parliamentary threshold atau ambang batas parlemen sebagai beban dalam menghadapi Pemilu 2029.

Menurutnya, target PSI tidak hanya sekadar berhasil masuk ke Senayan.

Baca Juga : Ahmad Ali Respon Isu Reshuffle Kabinet, Pastikan Kader PSI Aman

“Target kita bukan hanya masuk Senayan,” tegas Jokowi.

Ia menyebut besaran parliamentary threshold bisa saja berada di kisaran 5 hingga 8 persen. Namun, berapa pun angka yang nantinya ditetapkan, Jokowi menilai hal tersebut tidak boleh membuat kader PSI berhenti bekerja.

Sebelumnya, pada Kamis (24/9/2026), Jokowi juga menyampaikan optimismenya mengenai peluang PSI masuk parlemen pada Pemilu 2029.

Baca Juga : Surat Pengunduran Diri Sudah Diserahkan ke DPP, Rusdi Masse Tinggalkan NasDem

Saat ditanya mengenai peluang PSI jika ambang batas parlemen dinaikkan, Jokowi menekankan bahwa PSI saat ini masih berstatus sebagai partai nonparlemen. Karena itu, menurut dia, hal yang paling penting adalah kerja keras seluruh kader.

“Ya PSI ini kan masih nonparlemen. Jadi yang paling penting ya semuanya bekerja keras. Iya optimis, optimis, optimis,” kata Jokowi.

Terkait besaran ambang batas parlemen, Jokowi menyatakan tidak mempersoalkan angka yang nantinya diputuskan.

Baca Juga : Jokowi Bantah Pernah Resmikan Bandara PT IMIP di Morowali

“Mau 5 oke, mau 6 oke, mau 7 oke, mau 8 oke,” ujarnya.

Pernyataan Jokowi tersebut mempertegas pesan yang disampaikannya kepada kader PSI di Bandung: tidak perlu ragu menghadapi persaingan politik dan tidak menjadikan ambang batas parlemen sebagai alasan untuk berhenti bekerja.

Di tengah persiapan menuju Pemilu 2029, Jokowi juga secara terbuka menunjukkan KTA PSI miliknya. Ia sekaligus menyatakan keyakinannya bahwa PSI dapat berkembang menjadi partai besar dan menembus Senayan.

Penulis : Azwar
Komentar