Selasa, 23 September 2025

MBG di Sulsel Mesti Dipelototi Buntut Banyak Kasus Siswa Keracunan

Seorang siswa dapat potongan lengkuas di menu MBG. (Foto: TikTok @iwi.iiiii20110611)
Seorang siswa dapat potongan lengkuas di menu MBG. (Foto: TikTok @iwi.iiiii20110611)

ABATANEWS, MAKASSAR – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sulsel harus diawasi ketat. Demikian disampaikan Wakil Gubernur Sulsel, Fatmawati Rusdi.

Langkah ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi atas kasus keracunan yang terjadi di sejumlah provinsi di Indonesia.

Fatmawati berharap, kejadian serupa tidak menimpa siswa penerima manfaat program MBG di Sulsel.

Baca Juga : Sekda Sulsel Jufri Rahman Dorong DPRD dan Pemkab Wajo Perkuat Perencanaan Pembangunan 2027

Politisi Partai NasDem tersebut meminta Komponen Cadangan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (Komcad SPPI) benar-benar mengawal setiap tahapan pengolahan makanan.

Pengawasannya dimulai dari pemilihan bahan baku, proses memasak, hingga pengemasan.

Semua itu dilakukan demi memastikan mutu dan keamanan pangan

Baca Juga : Gubernur Andi Sudirman Serahkan BK Rp7 Miliar, Bantuan Pertanian hingga Hibah Rumah Ibadah untuk Tana Toraja

Menurutnya, makanan yang disajikan kepada siswa tidak hanya harus bergizi, tetapi juga aman serta layak konsumsi.

“Komcad SPPI harus aktif mengawasi mulai dari belanja bahan, proses pengolahan, hingga pengemasan. Mutu makanan harus benar-benar terjamin sebelum diberikan kepada anak-anak kita,” tegas Fatmawati, Selasa (23/9/2025).

Ia menekankan, setiap dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wajib diawasi ketat.

Baca Juga : Meriahkan Hut Tana Toraja Ke 69 dan Hari Jadi Toraja Ke 779. PT. SCI Gelar Mini Soccer Cup 1 U-4

Sebab, standar kerja yang longgar bisa memicu kelalaian dan berpotensi menyebabkan keracunan pada siswa.

“Setiap SPPG harus memastikan standar kerja dijalankan dengan disiplin, agar tidak ada makanan yang tidak layak konsumsi lolos ke tangan siswa,” ujarnya.

Lebih jauh, Fatmawati menegaskan dirinya akan turun langsung memantau proses penyediaan makanan MBG di sekolah-sekolah.

Baca Juga : Gubernur Andi Sudirman Kick Off Piala Gubernur Sulsel 2026, Siapkan Rp500 Juta untuk Cetak Bibit PON

Langkah ini dilakukan untuk memastikan program yang dicanangkan pemerintah benar-benar bermanfaat bagi siswa.

“MBG adalah program strategis untuk memperkuat gizi anak bangsa,” kata Fatmawati.

“Program ini harus dimanfaatkan dengan baik, karena merupakan salah satu wujud nyata kepedulian Presiden Prabowo Subianto terhadap masa depan generasi Indonesia,” tambahnya.

Baca Juga : 26 Peserta ASN Sulsel Melaju ke Final MTQ VIII KORPRI Nasional

Terpisah, Ketua DPRD Sulsel, Andi Rachmatika Dewi meminta agar seluruh pihak harus bersinergi dalam mengawal pelaksanaan MBG.

Menurutnya, MBG merupakan program strategis yang tidak hanya menyangkut pemenuhan gizi.

Namun juga keselamatan dan masa depan anak-anak sekolah.

Baca Juga : Gubernur Andi Sudirman Sulaiman: Tidak Ada Kenaikan Pajak Daerah

“Seluruh stakeholder harus mengawal bersama agar program MBG benar-benar bermanfaat untuk anak-anak sekolah, sekaligus meminimalisir kesalahan-kesalahan yang bisa terjadi,” tegasnya.

Andi Rachmatika juga menekankan setiap dapur yang menjadi titik pengolahan MBG wajib memenuhi standar.

Standar tersebut sudah ditetapkan pemerintah.

Baca Juga : Haflah Tilawah MTQ VIII KORPRI Nasional 2026, 14 Tim Bersaing di Babak Penyisihan

“Seluruh dapur harus sesuai standar MBG. Harapannya agar anak-anak kita bisa tumbuh sehat dan makin berprestasi,” tambahnya.

Penulis : Azwar
Komentar