ABATANEWS, MAKASSAR – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sulsel harus diawasi ketat. Demikian disampaikan Wakil Gubernur Sulsel, Fatmawati Rusdi.
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi atas kasus keracunan yang terjadi di sejumlah provinsi di Indonesia.
Fatmawati berharap, kejadian serupa tidak menimpa siswa penerima manfaat program MBG di Sulsel.
Baca Juga : Pendapatan Pajak Daerah Sulsel Naik Rp176 Miliar Hingga Akhir Juni 2026
Politisi Partai NasDem tersebut meminta Komponen Cadangan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (Komcad SPPI) benar-benar mengawal setiap tahapan pengolahan makanan.
Pengawasannya dimulai dari pemilihan bahan baku, proses memasak, hingga pengemasan.
Semua itu dilakukan demi memastikan mutu dan keamanan pangan
Baca Juga : 270 Siswa Dari 15 Kabupaten Kota di Sulsel Ikuti MPLS Sekolah Rakyat, Dibuka Gubernur Andi Sudirman
Menurutnya, makanan yang disajikan kepada siswa tidak hanya harus bergizi, tetapi juga aman serta layak konsumsi.
“Komcad SPPI harus aktif mengawasi mulai dari belanja bahan, proses pengolahan, hingga pengemasan. Mutu makanan harus benar-benar terjamin sebelum diberikan kepada anak-anak kita,” tegas Fatmawati, Selasa (23/9/2025).
Ia menekankan, setiap dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wajib diawasi ketat.
Baca Juga : Jalan 1.400 Kilometer Dibangun, Ahli Sebut Program MYP Sulsel Akan Ubah Konektivitas Daerah
Sebab, standar kerja yang longgar bisa memicu kelalaian dan berpotensi menyebabkan keracunan pada siswa.
“Setiap SPPG harus memastikan standar kerja dijalankan dengan disiplin, agar tidak ada makanan yang tidak layak konsumsi lolos ke tangan siswa,” ujarnya.
Lebih jauh, Fatmawati menegaskan dirinya akan turun langsung memantau proses penyediaan makanan MBG di sekolah-sekolah.
Baca Juga : Mendagri Tito Apresiasi Sulsel Sukses Jadi Tuan Rumah Syukuran Dekranas ke-46 dan HKG PKK ke-54
Langkah ini dilakukan untuk memastikan program yang dicanangkan pemerintah benar-benar bermanfaat bagi siswa.
“MBG adalah program strategis untuk memperkuat gizi anak bangsa,” kata Fatmawati.
“Program ini harus dimanfaatkan dengan baik, karena merupakan salah satu wujud nyata kepedulian Presiden Prabowo Subianto terhadap masa depan generasi Indonesia,” tambahnya.
Baca Juga : Perputaran Ekonomi HUT Dekranas di Makassar Diperkirakan Capai Rp100 Miliar
Terpisah, Ketua DPRD Sulsel, Andi Rachmatika Dewi meminta agar seluruh pihak harus bersinergi dalam mengawal pelaksanaan MBG.
Menurutnya, MBG merupakan program strategis yang tidak hanya menyangkut pemenuhan gizi.
Namun juga keselamatan dan masa depan anak-anak sekolah.
Baca Juga : Pemprov Sulsel Target Raih Rekor MURI Gerakan Minum MMS Serentak Bagi 54.000 Ibu Hamil
“Seluruh stakeholder harus mengawal bersama agar program MBG benar-benar bermanfaat untuk anak-anak sekolah, sekaligus meminimalisir kesalahan-kesalahan yang bisa terjadi,” tegasnya.
Andi Rachmatika juga menekankan setiap dapur yang menjadi titik pengolahan MBG wajib memenuhi standar.
Standar tersebut sudah ditetapkan pemerintah.
Baca Juga : Seleksi Program Beasiswa PPI Curug, 100 Peserta Ikut Seleksi Administrasi dan Psikologi
“Seluruh dapur harus sesuai standar MBG. Harapannya agar anak-anak kita bisa tumbuh sehat dan makin berprestasi,” tambahnya.