Selasa, 02 Juni 2026

Hadiri Konferensi PWI Sulsel, Munafri Tekankan Pentingnya UKW dan Etika Jurnalistik

Hadiri Konferensi PWI Sulsel, Munafri Tekankan Pentingnya UKW dan Etika Jurnalistik

ABATANEWS, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menekankan pentingnya menjaga integritas, profesionalisme, dan kompetensi dalam dunia jurnalistik di tengah derasnya arus digitalisasi dan disrupsi media saat ini.

Hal tersebut disampaikan Munafri Arifuddin saat menghadiri Pembukaan dan Pelaksanaan Konferensi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Sulawesi Selatan yang berlangsung di Gedung Fajar Graha Pena, Jalan Urip Sumoharjo Nomor 20 Makassar, Selasa (2/6/2026).

“Pers memiliki peran yang sangat penting sebagai jembatan informasi antara pemerintah dan masyarakat,” kata Munafri, mengawali pembicaraan.

Baca Juga : Wali Kota Makassar Tunjukkan Kebolehan Memasak, Raih Juara I di Ajang HUT Sulsel ke-357

Dalam Berbagainya, orang nomor satu Kota Makassar itu berharap, PWI terus menjadi pilar demokrasi yang kuat serta mampu mencetak jurnalis profesional yang menjunjung tinggi etika dan independensi dalam menjalankan tugas jurnalistik.

Menurutnya, organisasi profesi jurnalis memiliki peran strategis dalam memperkuat integritas sekaligus mengawal kebijakan publik secara objektif dengan tetap berpegang teguh pada Kode Etik Jurnalistik.

“Di era digital saat ini, tantangan dunia jurnalistik semakin besar, mulai dari derasnya arus informasi hingga maraknya hoaks dan disinformasi,” tuturnya.

Baca Juga : CFD di Jalan Rusa Jadi Ruang Ekonomi Baru, Appi: Harus Bermanfaat bagi Masyarakat

“Oleh karena itu, keberadaan wartawan yang profesional, beretika, dan berorientasi pada kepentingan publik menjadi sangat penting,” sambung Munafri.

Ia menilai konferensi PWI bukan sekedar agenda organisasi, namun momentum strategi untuk memperkuat solidaritas, meningkatkan kompetensi.

Serta menyusun langkah-langkah yang mampu mendorong kemajuan dunia pers di Sulawesi Selatan.

Baca Juga : Musim Hujan Di Depan Mata, Appi Instruksikan Camat dan Lurah Sapu Bersih Drainase

“Konferensi PWI ini, harus melahirkan gagasan-gagasan konstruktif dan kepemimpinan yang mampu membawa organisasi semakin maju serta adaptif terhadap perubahan zaman,” imbuh Appi.

Munafri juga menegaskan bahwa Pemerintah Kota Makassar senantiasa membuka ruang kolaborasi dengan insan pers dalam mendukung pembangunan daerah, memperkuat transparansi pemerintahan, serta menghadirkan informasi yang akurat dan mencerdaskan masyarakat.

Menurutnya, profesi jurnalis memiliki pengaruh besar dalam membentuk persepsi publik terhadap suatu daerah, termasuk Kota Makassar.

Baca Juga : Wali Kota Appi Sambangi RSUD Daya, Bagi Masker hingga Cek Ruangan Pasien

“Orang-orang yang belum pernah datang ke Makassar bisa mengenal Makassar melalui karya jurnalistik,” ungkap politisi Golkar itu.

“Jika ditulis dengan baik, maka pengetahuan mereka tentang Makassar juga akan baik. Karena itu saya memandang profesi ini sebagai profesi yang sangat mulia karena memiliki pengaruh yang sangat besar,” lanjutnya.

Mantan CEO PSM itu mengapresiasi kemampuan manusia yang terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan transformasi digital.

Baca Juga : Dukung Pengelolaan Zakat Terbaik, Wali Kota Appi Raih Penghargaan Nasional Dari BAZNAS RI

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa kemajuan teknologi tidak dapat menggeser nilai-nilai integritas yang menjadi landasan utama profesi jurnalistik.

“Semakin maju teknologi, keutuhan harus tetap dipertahankan. Karena apa yang ditulis oleh rekan-rekan pers akan mempengaruhi cara masyarakat memahami suatu peristiwa, kebijakan, maupun perkembangan yang terjadi di tengah masyarakat,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Munafri juga memberikan perhatian khusus terhadap pentingnya pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) sebagai instrumen untuk menjaga kualitas dan profesionalisme manusia.

Baca Juga : Respons Keluhan Warga, Pemkot Makassar Keruk 3 Titik Drainase Rawan Banjir di Paccerakkang

Dia bahkan mendorong agar proses sertifikasi dan pengujian kompetensi wartawan dilakukan secara lebih ketat guna memastikan profesi jurnalistik dijalankan oleh individu yang benar-benar memiliki kapasitas, etika, dan tanggung jawab.

“Uji kompetensi sangat penting, saya berharap prosesnya bisa lebih ketat lagi. Profesi jurnalis adalah profesi terhormat yang harus menjaga marwahnya,” ujarnya.

Ketua IKA FH Unhas itu, juga mengingatkan agar profesi jurnalistik tidak disalahgunakan sebagai alat untuk melakukan tekanan kepada pihak lain demi kepentingan pribadi.

Baca Juga : Respons Kualitas Udara Sangat Tidak Sehat, Sekda Makassar Instrukturkan Langkah Strategis ke SKPD

Menurutnya, tindakan seperti itu tidak hanya merusak citra individu, tetapi juga dapat mencoreng nama baik profesi organisasi secara keseluruhan.

Appi meyakini bahwa organisasi PWI memiliki komitmen yang kuat dalam menjaga profesionalisme dan etika anggotanya sehingga praktik-praktik yang mencederai profesi dapat dicegah.

Lebih lanjut Munafri menegaskan bahwa pers harus tetap menjalankan fungsi kontrol sosial secara objektif dan proporsional dengan menyajikan informasi berdasarkan fakta yang sebenarnya.

Baca Juga : Prihatin Kabut Asap di Makassar, Munafri Instruksikan Dinas Bagi Masker Gratis ke Siswa dan Kelompok Rentan

“Saya selalu menyampaikan kepada rekan-rekan pers, tulislah apa yang benar-benar dilihat dan diketahui. Sampaikan fakta apa adanya,” jelas Ketua Golkar Makassar itu.

“Pers harus menjadi pilar penyeimbang dalam proses pembangunan dan memberikan informasi yang jujur ​​kepada masyarakat,” tambah Appi.

Dia menilai keberadaan pers yang independen dan profesional merupakan salah satu penopang utama demokrasi dan pembangunan daerah.

Baca Juga : Tampil di Forum Dunia, Appi Gaungkan Pendidikan Disiplin Lalu Lintas Sejak Sekolah

Pers tidak hanya berfungsi menyampaikan informasi, tetapi juga memberikan masukan, kritik konstruktif, serta peringatan dini terhadap berbagai permasalahan yang muncul di tengah masyarakat.

Oleh karena itu, keberadaan personel yang profesional dan berintegritas sangat penting bagi kemajuan di Kota Makassar.

“Pers salah menjadi satu tiang utama yang menopang kehidupan demokrasi.Pers memberikan gambaran, masukan, sekaligus peringatan terhadap berbagai proses yang terjadi di tengah masyarakat,” tutupnya.

Baca Juga : Bantu Warga di Musim Kemarau, Pemkot Makassar Terus Salurkan Air Bersih untuk 26 Ribu KK di 9 Kecamatan

Hadir pada kesempatan ini, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Makassar, Dr. Muhammad Roem, dan Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) serta Humas pada Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Makassar, Abdullah.

Penulis : Azwar
Komentar
Berita Terkait