ABATANEWS, JAKARTA – Gempa bumi dengan kekuatan Magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (15/8/2026) pukul 04.58.24 WIB. Berdasarkan pemutakhiran informasi, pusat gempa berada di laut pada kedalaman 15 kilometer, sekitar 38 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo.
Gempa dirasakan kuat di sejumlah wilayah NTT hingga Sulawesi Selatan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Pusdalops dan seluruh BPBD yang merasakan dampak guncangan gempa terus melakukan pemantauan.
Serta berkoordinasi dengan unsur terkait untuk memastikan kondisi masyarakat dan dampak yang ditimbulkan. Berdasarkan laporan pendahuluan Kodim Sikka, gempa bumi berdampak di wilayah Pelabuhan El Say, Kabupaten Sikka.
Baca Juga : Jumlah Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 920 Jiwa, 3.360 Orang Luka
“Peristiwa tersebut mengakibatkan dua orang meninggal dunia dan satu orang mengalami luka-luka. Dua korban meninggal dunia terdiri dari satu laki-laki dan satu perempuan. Data korban masih dalam proses verifikasi dan pendataan lebih lanjut oleh tim di lapangan,” kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan.
Tim gabungan yang terdiri dari unsur Basarnas, TNI dan Polri masih melakukan proses evakuasi di lokasi kejadian. BNPB bersama BPBD Kabupaten Sikka terus berkoordinasi dengan unsur terkait untuk penanganan korban serta memastikan kondisi masyarakat di sekitar wilayah terdampak.
Di Kabupaten Nagekeo, gempa dirasakan sangat kuat selama kurang lebih satu menit. Sebagian besar masyarakat merasakan guncangan dan berhamburan keluar rumah. BPBD Kabupaten Nagekeo berkoordinasi dengan instansi terkait menyusul adanya peringatan dini tsunami serta melakukan evakuasi terhadap masyarakat yang berada di wilayah pesisir.
Baca Juga : Gempa di Venezuela, 164 Orang Dilaporkan Tewas dan 971 Alami Luka-luka
Kondisi serupa dilaporkan di Kabupaten Sikka dan Kabupaten Manggarai Barat. Masyarakat merasakan gempa sangat kuat selama kurang lebih satu menit dan sebagian besar warga keluar rumah. BPBD di kedua wilayah tersebut melakukan koordinasi dengan unsur terkait dan mengarahkan evakuasi masyarakat yang berada di kawasan pesisir.
Gempa juga dirasakan di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, serta sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan, antara lain Kabupaten Jeneponto, Kabupaten Kepulauan Selayar dan Kabupaten Maros. Masyarakat di beberapa wilayah tersebut turut merasakan guncangan dan sebagian berhamburan keluar rumah.
Pascagempa utama, tercatat beberapa aktivitas gempa susulan. Gempa susulan dengan kekuatan Magnitudo 6,2 terjadi pada pukul 05.13.53 WIB, kemudian Magnitudo 6,2 pada pukul 05.28.40 WIB dan Magnitudo 5,6 pada pukul 05.37.19 WIB. Sejumlah gempa susulan lainnya juga tercatat, termasuk Magnitudo 5,5. Berdasarkan informasi sementara, gempa-gempa susulan tersebut tidak berpotensi tsunami.
Baca Juga : Gempa Magnitudo 7,7 Guncang Sulut, 3 Orang Alami Luka-luka
BNPB masih melakukan pemutakhiran data terkait dampak gempa bumi di wilayah terdampak. Pendataan meliputi korban jiwa, korban luka-luka, kerusakan bangunan, maupun dampak lainnya. Informasi mengenai perkembangan korban dan kerusakan akan disampaikan berdasarkan hasil verifikasi petugas di lapangan.
BNPB mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di wilayah pesisir, untuk tetap tenang dan mengikuti arahan resmi dari pemerintah daerah serta informasi peringatan dini dari BMKG. Masyarakat juga diminta menjauhi bangunan yang mengalami kerusakan atau retak akibat gempa karena berpotensi membahayakan keselamatan.
Baca Juga : Gempa Bumi Guncang Bali, Terasa di Buleleng dan Tabanan
Masyarakat diminta tidak mudah percaya maupun menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Informasi resmi mengenai perkembangan gempa dan potensi tsunami dapat dipantau melalui kanal resmi BMKG, BNPB, BPBD, dan pemerintah daerah, serta TNI-Polri.
BNPB bersama BPBD, Basarnas, TNI, Polri dan unsur terkait terus memantau perkembangan situasi di wilayah terdampak, melakukan evakuasi dan penanganan korban, serta memastikan keselamatan masyarakat.
Data dan informasi dalam laporan ini bersifat sementara dan masih dapat berkembang sesuai hasil pendataan serta verifikasi di lapangan. Perkembangan data dan informasi akan kami sampaikan secara berkala.