ABATANEWS, MAKASSAR — Makassar kembali diuji dengan cuaca ekstrem yang melanda beberapa hari terakhir.
Hujan deras yang tak kunjung reda menyebabkan banjir meluas di tiga kecamatan utama: Manggala, Biringkanaya, dan Panakkukang.
Akibatnya, ribuan warga harus meninggalkan rumah mereka untuk mencari perlindungan di lokasi pengungsian.
Baca Juga : 6 Kecamatan di Makassar Siaga Krisis Air Bersih
Menurut data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar, hingga Sabtu (21/12/2024) pukul 23.50 Wita, sebanyak 1.403 jiwa dari 381 kepala keluarga telah dievakuasi. l
Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Achmad Hendra Hakamuddin, menyebut Kecamatan Biringkanaya menjadi wilayah dengan jumlah pengungsi terbanyak, yaitu 849 orang yang tersebar di 13 titik pengungsian.
“Kecamatan Biringkanaya paling banyak jumlah pengungsinya berdasarkan data di lapangan,” ujar Achmad Hendra.
Baca Juga : Banjir di Makassar Meluas, Jumlah Pengungsi Melonjak Diangka 878 Jiwa
Sementara itu, Kecamatan Manggala mencatat 488 pengungsi di 11 lokasi, dan Panakkukang memiliki 66 pengungsi di tiga titik.
Penanganan banjir melibatkan berbagai pihak, termasuk Dinas Sosial, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, serta aparat di tingkat kecamatan dan kelurahan.
Bantuan logistik juga telah didistribusikan kepada warga terdampak. Tim BPBD terus memantau situasi di lapangan karena cuaca ekstrem diperkirakan masih berlangsung hingga Minggu (22/12/2024).
Baca Juga : 545 Jiwa Warga Makassar Mengungsi Akibat Banjir, Tersebar di 6 Titik Pengungsian
Selain mengevakuasi warga, pemerintah mengimbau masyarakat di wilayah rawan banjir untuk tetap waspada dan mematuhi arahan petugas guna mencegah risiko yang lebih besar.