Rabu, 25 Februari 2026

545 Jiwa Warga Makassar Mengungsi Akibat Banjir, Tersebar di 6 Titik Pengungsian

Potret ketinggian air di Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, saat terendam bamjir pada Selasa (24/2/2026). (foto: BPBD Makassar)
Potret ketinggian air di Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, saat terendam bamjir pada Selasa (24/2/2026). (foto: BPBD Makassar)

ABATANEWS, MAKASSAR – BPBD Kota Makassar mencatat 545 jiwa dari dua kecamatan harus mengungsi imbas banjir yang datang sejak Selasa kemarin.

Warga terdampak banjir tersebar di enam titik pengungsian di Kecamatan Manggala dan Kecamatan Biringkanaya, pada Rabu (25/2/2026).

Di Kecamatan Manggala, Masjid Jabal Nur, dan Masjid Yuda Al-Fatih menjadi posko pengungsian bagi warga. Di dua lokasi tersebut, total 63 jiwa menempati posko pengungsian.

Baca Juga : Munafri Datangi Posko Banjir di Biringkanaya, Pastikan Kebutuhan Warga Terpenuhi

Kemudian di Kecamatan Biringkanaya, Masjid Lailatul Qadar BTP Blok AF, Kelurahan Katimbang menjadi posko dengan jumlah pengungsi terbanyak yakni 232 jiwa.

Masih di Kelurahan Katimbang, Masjid Nurul Ikhlas menampung 133 jiwa dan SF Paccerakkang menampung 86 jiwa. Terakhir di Kelurahan Paccerakkang, Kecamatan Biringkanaya, Masjid Al Ramun menampung 31 jiwa.

Kepala BPBD Makassar, M Fadli Tahar sebelumnya menjelaskan, pihaknya telah menurunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke masing-masing lokasi banjir. Tim ini membantu melakukan pemantauan, evakuasi, dan pertolongan kepada warga terdampak.

Baca Juga : Banjir di Makassar Meluas, Jumlah Pengungsi Melonjak Diangka 878 Jiwa

“Personel kami telah melakukan evakuasi terhadap warga yang membutuhkan pertolongan, melakukan asesmen cepat, serta memastikan tidak ada korban jiwa. Kami juga terus memantau tinggi muka air melalui sistem EWS dan AWLR,” jelasnya.

BPBD juga berkoordinasi dengan pihak kecamatan, kelurahan, dan instansi terkait guna memastikan penanganan berjalan cepat dan tepat. Peralatan evakuasi, termasuk perahu karet dan perlengkapan keselamatan, telah disiagakan apabila terjadi peningkatan debit air.

“Hingga saat ini situasi secara umum aman dan terkendali, namun masyarakat tetap diimbau untuk waspada, menghindari jalur dengan genangan tinggi, serta segera melaporkan kondisi darurat ke layanan BPBD Kota Makassar,” pungkasnya.

Penulis : Wahyuddin
Komentar