Jumat, 15 Mei 2026

Arab Saudi Akan Bangun Masjid Atas Nama Jemaah Haji Tunanetra Asal Sinjai

Arab Saudi Akan Bangun Masjid Atas Nama Jemaah Haji Tunanetra Asal Sinjai

ABATANEWS, MAKKAH – Sosok Saifuddin HM Abd Muin Saideng, imam masjid tunanetra asal Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, kembali menjadi perhatian di Tanah Suci.

Jemaah yang tergabung dalam Kloter 17 Embarkasi Makassar itu mendapat penghormatan istimewa dari Pemerintah Arab Saudi yang berencana membangun masjid dan wakaf atas namanya.

Penghormatan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada Saifuddin yang tercatat sebagai salah satu jemaah haji Tuna Netra pada musim haji 2026.

Baca Juga : 80 WNI Dicegat Usai Terindikasi Haji Ilegal, Berangkat dari Indonesia dan Singapura

Kisah perjuangannya menunaikan ibadah haji di tengah keterbatasan fisik turut menyentuh perhatian otoritas setempat.

Pertemuan berlangsung di Hotel 608 Al-Hadaiq Al-Raqiah, kawasan Jarwal, Makkah, Rabu (13/5/2026).

Dalam kunjungan tersebut, perwakilan Pemerintah Arab Saudi secara khusus mencari dua jemaah tertua, laki-laki dan perempuan, untuk diberikan ucapan selamat datang sekaligus hadiah istimewa.

Baca Juga : Kemenhaj RI Perketat Aturan, KBIHU dan Jemaah Haji Dilarang City Tour Sebelum Fase Armuzna

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sinjai, H Faried Wajedi, yang saat ini bertugas sebagai Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), hadir langsung mendampingi dan menjadi penerjemah dalam pertemuan tersebut.

“Mereka mencari dua orang jemaah tertua, laki-laki dan perempuan. Saya diminta menyampaikan maksud kedatangan mereka. Pemerintah setempat datang memberikan ucapan selamat datang dan hadiah kepada kedua jemaah tersebut,” ujar Faried dalam keterangannya dikutip Jumat (15/5/2026).

Menurut Faried, penghormatan yang diberikan tidak sekadar seremoni biasa. Pemerintah Arab Saudi bahkan berkomitmen membangun masjid dan wakaf dengan menyematkan nama jemaah asal Indonesia tersebut sebagai simbol penghargaan atas perjuangan mereka menunaikan ibadah haji di tengah keterbatasan fisik di usia senja.

Baca Juga : Kementerian Dalam Negeri Saudi Tinjau Layanan Makkah Route di Embarkasi Makassar

“Ini bentuk penghormatan luar biasa. Mereka ingin membangun masjid dan wakaf atas nama jemaah tersebut sebagai bentuk apresiasi dan penghormatan,” tambahnya.

Saifuddin sendiri sebelumnya telah menjadi perhatian karena kisah hidupnya yang penuh inspirasi. Meski mengalami keterbatasan penglihatan, ia tetap aktif menjadi imam masjid di kampung halamannya di Sinjai. Dengan penuh kesabaran, ia menabung selama kurang lebih 20 tahun demi mewujudkan impian berangkat ke Tanah Suci.

Keteguhan dan ketulusan Saifuddin dinilai menjadi teladan bagi banyak orang. Perjalanan spiritualnya membuktikan bahwa keterbatasan fisik tidak menghalangi seseorang untuk meraih kemuliaan dan memenuhi panggilan ibadah ke Baitullah.

Penulis : Azwar
Komentar