ABATANEWS, MAKASSAR – Mantan Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Bahtiar Baharuddin memenagkan gugatan praperadilan atas penetapannya sebagai tersangka. Yang mana sebelumnya, Kejati Sulsel menetapkannya sebagai tersangka kasus korupsi pengadaan bibit nanas.
Putusan tersebut dibacakan Hakim Tunggal Muhammad Adil Kasim dalam sidang praperadilan di Ruang Sidang Oemar Seno Adji, Pengadilan Negeri Makassar, Senin (29/6/2026). Dalam amar putusannya, hakim mengabulkan permohonan Bahtiar untuk sebagian.
Baca Juga : Majelis Hakim Terima Lraperadilan Penundaan Kasus Kekerasan Jurnalis Antara Makassar
Baca Juga : Kejati Sulsel Sukses Gelar Pildacil, Gubernur Andi Sudirman Harap Lahir Dai Cilik Berkualitas
Baca Juga : Mira Hayati Terpidana Kasus Kosmetik Ilegal Bayar Denda Rp1 Miliar ke Kejari Makassar
Hakim menyatakan penetapan Bahtiar sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan bibit nanas tidak sah. Selain itu, hakim memerintahkan penyidik segera membebaskannya dari tahanan.
Baca Juga : Majelis Hakim Terima Lraperadilan Penundaan Kasus Kekerasan Jurnalis Antara Makassar
Baca Juga : Kejati Sulsel Sukses Gelar Pildacil, Gubernur Andi Sudirman Harap Lahir Dai Cilik Berkualitas
“Amar putusan, satu, mengadili, mengabulkan permohonan praperadilan pemohon untuk sebagian,” ujar Hakim Muhammad Adil Kasim saat membacakan putusan.
Baca Juga : Majelis Hakim Terima Lraperadilan Penundaan Kasus Kekerasan Jurnalis Antara Makassar
Baca Juga : Kejati Sulsel Sukses Gelar Pildacil, Gubernur Andi Sudirman Harap Lahir Dai Cilik Berkualitas
Hakim menyatakan penetapan Bahtiar sebagai tersangka oleh Kejati Sulsel tidak sah dan tidak memiliki kekuatan hukum mengikat. Penetapan tersebut sebelumnya didasarkan pada Surat Penetapan Tersangka Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan Nomor AP-59 dan P-34/B.2/03/2026 tertanggal 9 Maret 2026.
Baca Juga : Majelis Hakim Terima Lraperadilan Penundaan Kasus Kekerasan Jurnalis Antara Makassar
Baca Juga : Kejati Sulsel Sukses Gelar Pildacil, Gubernur Andi Sudirman Harap Lahir Dai Cilik Berkualitas
Baca Juga : Korupsi Bibit Nanas Rp50 Miliar, Eks Pj Gubernur Sulsel Bachtiar Baharuddin Ditahan
Selain itu, majelis hakim juga menyatakan tindakan penahanan terhadap Bahtiar tidak sah. Dengan demikian, seluruh upaya paksa yang dilakukan Kejati Sulsel terkait penahanan dinyatakan tidak memiliki kekuatan hukum mengikat.
Baca Juga : Majelis Hakim Terima Lraperadilan Penundaan Kasus Kekerasan Jurnalis Antara Makassar
Baca Juga : Kejati Sulsel Sukses Gelar Pildacil, Gubernur Andi Sudirman Harap Lahir Dai Cilik Berkualitas
Dalam amar putusan selanjutnya, hakim memerintahkan Kejati Sulsel untuk segera melepaskan Bahtiar dari tahanan pada tingkat penyidikan maupun penuntutan.
Baca Juga : Majelis Hakim Terima Lraperadilan Penundaan Kasus Kekerasan Jurnalis Antara Makassar
Baca Juga : Kejati Sulsel Sukses Gelar Pildacil, Gubernur Andi Sudirman Harap Lahir Dai Cilik Berkualitas
“Memerintahkan termohon melepaskan pemohon dari penahanan tingkat penyidikan dan atau tingkat penuntutan umum pada tahap pemeriksaan masing-masing,” kata hakim.
Baca Juga : Majelis Hakim Terima Lraperadilan Penundaan Kasus Kekerasan Jurnalis Antara Makassar
Baca Juga : Kejati Sulsel Sukses Gelar Pildacil, Gubernur Andi Sudirman Harap Lahir Dai Cilik Berkualitas
Baca Juga : Kejati Sulsel Eksekusi Owner Skincare Mira Hayati, Divonis 2 Tahun Penjara
Tak hanya itu, hakim juga memerintahkan agar Bahtiar segera dikeluarkan dari Lembaga Pemasyarakatan Kelas I A Maros atau tempat penahanan lainnya sesaat setelah putusan praperadilan dibacakan.
Baca Juga : Majelis Hakim Terima Lraperadilan Penundaan Kasus Kekerasan Jurnalis Antara Makassar
Baca Juga : Kejati Sulsel Sukses Gelar Pildacil, Gubernur Andi Sudirman Harap Lahir Dai Cilik Berkualitas
“Memerintahkan termohon untuk segera mengeluarkan pemohon dari penahanan pada Lapas Kelas I A Maros atau tempat penahanan di mana pun segera setelah putusan praperadilan ini dibacakan,” tegas hakim.
Baca Juga : Perkuat Tata Kelola Pemerintahan, Kejati Sulsel dan Pemkot Parepare Bahas Pendampingan Hukum
Dengan putusan tersebut, status tersangka dan penahanan Bahtiar Baharuddin dinyatakan tidak sah. Namun, putusan praperadilan tidak serta-merta menghentikan penyidikan pokok perkara.
Sebab penyidik tetap memiliki kewenangan untuk melakukan proses hukum kembali sepanjang memenuhi ketentuan hukum acara pidana dan didukung alat bukti yang sah.