Jumat, 17 April 2026

Ada Seruan Demo Dukung JK di Makassar, Begini Respon Kalla Group

Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla saat membuka Silaturahmi Nasional (Silatnas) Perhimpunan Remaja Masjid (PRIMA) DMI di Gedung Pusdiklat Kementerian Agama, Ciputat, Tangerang Selatan, Kamis (5/2/2026).
Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla saat membuka Silaturahmi Nasional (Silatnas) Perhimpunan Remaja Masjid (PRIMA) DMI di Gedung Pusdiklat Kementerian Agama, Ciputat, Tangerang Selatan, Kamis (5/2/2026).

ABATANEWS, MAKASSAR – Beredar informasi seruan aksi dukungan untuk Jusuf Kalla yang mengatasnamakan Laskar Garuda Indonesia Bersatu. Aksi tersebut sebagai dukungan terhadap JK terkait polemik potongan video ceramahnya di Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 5 April 2026 lalu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, demonstrasi ini berlangsung pada Jumat, 16 April 2026, pada pukul 14.00 WITA. Titik aksi dilangsung di Flyover dan Kantor DPW PSI Sulsel.

Atas adanya informasi aksi tersebut, pihak KALLA melalui Chief Legal & Sustainability Officer KALLA, Subhan Djaya Mappaturung. Ia meminta agar massa bisa menahan diri.

Baca Juga : Video Ceramahnya Viral Hingga Dilaporkan Penistaan Agama, JK Akan Klarifikasi Pada 18 April

“Kami mengucapkan terima kasih atas simpati dan dukungan masyarakat untuk Bapak Jusuf Kalla, termasuk dengan adanya aksi ini. Namun, kami tegaskan dan menyerukan agar simpati dan dukungan tidak dalam bentuk aksi unjuk rasa yang dapat mengganggu ketertiban dan kedamaian. Kita harus bersama-sama menjaga kerukunan,” jelas Subhan, Jumat (17/4/2026).

Ia menekankan, jangan ada gerakan massa semacam itu untuk mendukung Jusuf Kalla yang sedang dipersoalkan oleh pihak tertentu. Pasalnua, ia mewanti-wanti munculnya adu domba yang memanfaatkan kondisi seperti ini.

“Kami meyakini masyarakat luas sudah mengetahui dengan baik rekam jejak Pak Jusuf Kalla dalam pemerintahan, termasuk bagaimana beliau sebagai inisiator perdamaian dalam konflik Ambon dan Poso,” ungkapnya.

Baca Juga : BB POM Angkat Bicara Soal Sejumlah Pria Minum Oli Mesin di Makassar

Olehnya itu, Subhan memohon pemerintah dan pihak berwajib mengantisipasi agar aksi-aksi yang mengatasnamakan Jusuf Kalla tidak dilakukan untuk menjaga kedamaian dan stabilitas dalam masyarakat.

“Sekali lagi kami tegaskan agar masyarakat tidak terprovokasi dan tidak ikut terhadap ajakan dan seruan aksi unjuk rasa yang mengaitkan pembelaan atau dukungan terhadap Bapak Jusuf Kalla,” pungkas Subhan.

Dalam potongan video yang viral di media sosial, JK membahas konflik Poso dan Ambon di Masjid UGM. Dalam ceramahnya, ia mengambil istilah mati syahid yang digunakan dua pihak bertikai.

Baca Juga : Jusuf Kalla Resmikan Masjid As Sholihin di Yokohama

Atas potongan video viral tersebut, Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) melapor ke Polda Metro Jaya pada Minggu 12 April 2026. Dalam laporannya, JK dianggap melakukan penistaan agama karena umat Kristen tidak menganut kepercayaan mati syahid.

Penulis : Wahyuddin
Komentar