Rabu, 21 Desember 2022 16:13

Achraf Hakimi dkk Disambut Bak Juara Saat Tiba di Maroko

Ribuan masyarakat memadati jalanan di kota Rabat sambil mengibarkan bendera, menyalakan kembang api, menyambut kedatangan skuad Timnas Maroko yang baru saja kembali dari Piala Dunia 2022 di Qatar. (Foto: Reuters)
Ribuan masyarakat memadati jalanan di kota Rabat sambil mengibarkan bendera, menyalakan kembang api, menyambut kedatangan skuad Timnas Maroko yang baru saja kembali dari Piala Dunia 2022 di Qatar. (Foto: Reuters)

ABATANEWSTimnas Maroko memang tidak membawa pulang medali di Piala Dunia 2022. Tapi, Achraf Hakimi ialah tim paling fenomenal di pagelaran terbesar 4 tahunan yang berlangsung di Qatar itu.

Makanya pantas, masyarakat Maroko menyambut tim berjuluk Singa Atlas itu dengan gegap gembira dan bak juara.

Ribuan masyarakat memadati jalanan di kota Rabat sambil mengibarkan bendera, menyalakan kembang api.

Baca Juga : Piala Dunia U-17, Mental Pemain Jadi Perhatian Bima Sakti Jelang Lawan Maroko

Hakimi pun senang bukan main dengan sambutan yang diberikan oleh masyarakat Maroko tersebut. Menurutnya, itu adalah hari yang sangat istimewa baginya.

“Terima kasih atas dukungan tanpa syarat Anda. Hari ini adalah hari yang sangat istimewa. Dima Maghrib,” cuit Hakimi dalam akun twitter pribadinya, Rabu (21/12/2022).

Penyambutan bak pahlawan dari masyarakat Maroko terhadap Hakimi dkk bukan tanpa alasan. Hal itu tak luput dari catatan sejarah yang berhasil mereka ukir selama keikutsertaannya di Piala Dunia.

Baca Juga : FIFA Selidiki Salt Bae yang Cium Trofi Piala Dunia hingga Masuk ke Lapangan

Maroko menjadi negara asal Afrika pertama yang mencapai semifinal Piala Dunia. Kendati berstatus sebagai tim underdog, tim polesan Regragui itu berhasil memuncaki grup yang termasuk Belgia dan Kroasia.

Kejutan tidak sampai disitu saja. Maroko sukses mengalahkan kampiun Piala Dunia 2010, Spanyol di babak 16 besar dan Juara Piala Eropa 2016 Portugal di perempat final.

Namun sayangnya, perjalanan Maroko harus terhenti usai kalah dari Prancis di babak semifinal. Kemudian mereka juga harus kalah dari Kroasia pada perebutan tempat ketiga. Meski demikian, Singa Atlas sangat layak mendapat apresiasi setinggi langit.

Penulis : Azwar
Komentar