Kamis, 16 April 2026

6 Kecamatan di Makassar Siaga Krisis Air Bersih

Krisis air bersih di Wilayah Tallo, Makassar pada 2024 lalu. (Foto: Walhi Sulsel)
Krisis air bersih di Wilayah Tallo, Makassar pada 2024 lalu. (Foto: Walhi Sulsel)

ABATANEWS, MAKASSAR – Sejumlah wilayah di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) berstatus siaga krisis air bersih. Kondisi ini setelah datangnya musim kemarau yang jauh lebih cepat pada tahun 2026.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Makassar, Muhammad Fadli Tahar menjelaskan, ada enam kecamatan yang rentan terdampak kekeringan. Masing-masing di Tamalanrea, Biringkanaya, Manggala, Ujung Tanah, Tallo, dan Panakkukang.

“Di beberapa daerah seperti Kelurahan Buloa bahkan krisis air sudah terjadi meski saat musim hujan,” jelas Fadli Tahar, Kamis (16/4/2026).

Baca Juga : Banjir di Makassar Meluas, Jumlah Pengungsi Melonjak Diangka 878 Jiwa

Ia menjelaskan, pihaknya telah mengidentifikasi tiga dampak utama yang perlu diantisipasi selama musim kemarau panjang. Yakni krisis air bersih, kebakaran, dan gangguan kesehatan.

Sebagai langkah antisipasi, pihaknya juga telah menyiapkan langkah melalui master plan penanggulangan kekeringan yang melibatkan berbagai pihak lintas sektor.

“Fokus kami adalah menghimpun seluruh stakeholder, mulai dari Dinas PU, Pemadam Kebakaran, Dinas Sosial hingga kekuatan lain agar bersama-sama menghadapi potensi kekeringan ini,” jelasnya.

Baca Juga : 545 Jiwa Warga Makassar Mengungsi Akibat Banjir, Tersebar di 6 Titik Pengungsian

Fadli juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menghadapi bencana. Pasalnya, dalam situasi bencana hanya sekitar 5 persen korban yang ditangani petugas.

“Sementara 95 persen lainnya bergantung pada diri sendiri dan lingkungan sekitar. Artinya, masyarakat harus menjadi subjek, bukan objek. Kita akan perkuat edukasi dan kesiapsiagaan warga,” pungkasnya.

Penulis : Azwar
Komentar