ABATANEWS, JAKARTA — Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang tahun 2026 menunjukkan kondisi yang cukup mengkhawatirkan.
Gelombang aksi jual dari investor asing dalam jumlah besar telah menekan indeks utama pasar modal Indonesia hingga mencapai level yang sangat rendah, bahkan menjadi salah satu yang berkinerja terburuk dibandingkan bursa-bursa utama dunia.
Minimnya katalis positif dari dalam negeri, ditambah ketidakpastian ekonomi global, membuat pasar saham Indonesia semakin kurang diminati oleh investor asing.
Baca Juga : ISHG Anjlok, Dirut BEI Iman Rachmat Pilih Mundur
Jika melihat performa sepanjang tahun berjalan hingga penutupan perdagangan 29 Mei 2026, IHSG telah mengalami koreksi sebesar 29,14%.
Penurunan tersebut menempatkan Indonesia di posisi terbawah di antara sejumlah indeks saham utama global yang menjadi perhatian pelaku pasar.
Sebagai pembanding, indeks S&P 500 di Amerika Serikat masih mampu mencatatkan penguatan sebesar 9,92% sejak akhir Desember 2025.
Baca Juga : Tesla Hasilkan Lebih Banyak Uang dari Bitcoin Dibanding Jual Mobil
Sementara itu, sejumlah pasar saham di Asia justru menunjukkan tren yang berlawanan. Indeks KOSPI dari Korea Selatan dan TWII dari Taiwan berhasil membukukan kenaikan yang cukup kuat.
Perbedaan kinerja yang mencolok tersebut semakin memperlihatkan ketertinggalan pasar saham Indonesia dibandingkan dengan sejumlah bursa regional maupun global.