Rabu, 12 Agustus 2026

4.144 Lembar Uang Rupiah Palsu Dimisnakhan BI Sulsel

4.144 Lembar Uang Rupiah Palsu Dimisnakhan BI Sulsel

ABATANEWS, MAKASSAR – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulsel bersama Badan Koordinasi Pemberantasan Rupiah Palsu (Botasupal) Sulsel memusnahkan 4.144 lembar uang Rupiah palsu. Uang palsu tersebut merupakan hasil temuan dari laporan masyarakat dan perbankan di wilayah Sulsel selama periode Januari 2025 hingga Mei 2026.

Plh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulsel, Bayu Martanto mengatakan pemusnahan uang palsu tersebut telah mendapatkan penetapan dari Pengadilan Negeri Makassar. Pemusnahan tersebut memastikan uang Rupiah palsu yang telah ditemukan tidak kembali beredar dan merugikan masyarakat.

“Sekaligus memperkuat upaya menjaga kepercayaan masyarakat terhadap Rupiah. Jadi, ada 4.144 lembar uang Rupiah palsu yang dimusnahkan,” ujar Bayu Martanto dalam keterangannya dikutip Rabu (12/8/2026).

Baca Juga : Pengendalian Inflasi, Sekda Sulsel Akselarasi Penguatan Pasokan dan Distribusi Antardaerah

Ia menjelaskan, Bank Indonesia akan terus berperan dalam mencegah dan menanggulangi peredaran uang Rupiah palsu melalui tiga pendekatan. Pertama, upaya preemtif melalui edukasi Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah mengenai ciri-ciri keaslian Rupiah kepada berbagai segmen masyarakat.

Penguatan edukasi di Sulsel dilakukan melalui institusi pendidikan, training of trainer kepada guru di berbagai kabupaten/kota, pemilihan Duta Muda dan Guru CBP Rupiah 2026. Serta pembentukan Forum Kas Perbankan (FKP) Sultan untuk memperluas jangkauan edukasi CBP Rupiah.

Kedua, upaya preventif melalui penguatan unsur pengaman (security features) dan desain uang Rupiah agar semakin sulit dipalsukan. Ketiga, upaya represif melalui sinergi dengan aparat penegak hukum dalam mendukung proses penyidikan dan penegakan hukum.

Baca Juga : Unhas Peroleh Kuota Terbesar Program Beasiswa Bank Indonesia 2026

“Termasuk pemeriksaan terhadap uang yang diragukan keasliannya, pemberian keterangan ahli, serta pertukaran data dan informasi terkait temuan Rupiah palsu,” papar Bayu.

Selain itu, Bank Indonesia juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dengan mengenali ciri keaslian Rupiah melalui metode 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang). Serta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan atau menerima uang yang diragukan keasliannya.

Ke depan lanjut dia, Bank Indonesia berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan Botasupal, perbankan, dan seluruh pemangku kepentingan lainnya. Hal ini dilakukan guna memastikan Rupiah tetap terjaga, dipercaya, dan dihormati sebagai simbol kedaulatan negara.

Penulis : Wahyuddin
Komentar