Senin, 28 September 2026

Polisi Usut Kematian Pemuda yang Diduga Tertembak Saat Pembubaran Tawuran di Makassar

Ilustrasi jenazah.
Ilustrasi jenazah.

ABATANEWS, MAKASSAR – Aparat kepolisian tengah mendalami kasus kematian seorang pemuda bernama Rafli yang diduga terkena tembakan saat pembubaran aksi tawuran di Kecamatan Tallo, Makassar, Sulawesi Selatan, pada Minggu (27/9/2026) dini hari.

Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana menyampaikan bahwa pihaknya tengah menghimpun sejumlah bukti guna mengurai kronologi peristiwa secara menyeluruh. Langkah ini dilakukan dengan menelusuri rekaman CCTV serta menggali keterangan dari para saksi di sekitar tempat kejadian perkara (TKP).

“Kami akan melacak keberadaan CCTV dan menginterogasi saksi-saksi di lapangan. Hal ini untuk memastikan apakah tindakan anggota kami sudah sesuai dengan Prosedur Operasional Standar (SOP) atau terdapat penyimpangan,” ujar Arya, Minggu malam (27/9/2026).

Baca Juga : Cegah Gangguan Kamtibmas, Polsek Manggala Sasar Kelompok Remaja Nongkrong di Waduk Tunggu Pampang

Arya menegaskan bahwa investigasi ini sangat penting demi menjamin seluruh aksi personel di lapangan berjalan sesuai prosedur hukum. Pihaknya kini tengah mengusut dinamika situasi sejak awal hingga detik-detik korban tertembak.

“Kami tegaskan tidak ada perbedaan penanganan hukum. Siapa pun yang melakukan tindak pidana—baik anggota Polri maupun masyarakat sipil—akan kami tindak tegas,” tambahnya.

– Kronologi Kejadian

Baca Juga : Gelar Operasi Cipkon di Jalan Sultan Alauddin, Polsek Rappocini Amankan Sejumlah Motor Knalpot Brong

Secara terpisah, Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Didik Supranoto menjelaskan kronologi awal peristiwa tersebut. Tawuran antarkelompok pecah di Jalan Al Markaz, Kandea, Kecamatan Tallo, sekitar pukul 02.50 WITA.

Sebanyak lima personel Polsek Tallo yang dipimpin Ipda A Syarir diterjunkan ke lokasi untuk membubarkan massa. Namun, saat tiba di TKP, para petugas justru mendapat serangan lemparan batu dan busur.

“Salah satu personel di TKP kemudian melepaskan tembakan peringatan hingga massa akhirnya membubarkan diri,” jelas Didik.

Baca Juga : Pimpinan Geng Motor Waster Ditangkap Polisi Makassar Saat Asyik ‘Live’ TikTok

Sekitar pukul 04.50 WITA, polisi menerima laporan bahwa seorang warga dilarikan ke Rumah Sakit Angkatan Laut oleh warga setempat. Menindaklanjuti informasi tersebut, Kapolsek Tallo AKP Aspada bersama anggotanya mendatangi RS Angkatan Laut dan merujuk korban ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar menggunakan ambulans.

Namun, pada pukul 06.00 WITA, korban dinyatakan meninggal dunia. Jenazah Rafli selanjutnya menjalani pemeriksaan Visum et Repertum oleh Biddokkes Polda Sulsel.

“Atas persetujuan pihak keluarga, jasad korban diautopsi. Dari hasil autopsi inilah nantinya kita dapat mengetahui penyebab pasti kematian Rafli,” pungkas Didik.

Penulis : Azwar
Komentar