Kamis, 23 Mei 2024

Wali Kota Danny Pomanto Paparkan Rekomendasidi10th WWF 2024 Yang Berlangsung di Bali

Wali Kota Danny Pomanto Paparkan Rekomendasidi10th WWF 2024 Yang Berlangsung di Bali

ABATANEWS, BALI – Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto, kembali meneguhkan dirinya setara dengan tokoh dunia.

Ia dipercaya menjadi narasumber dan penanggap di 10th World Water Forum (WWF) 2024 di Bali bersama wali kota se-Asia Pasifik diantaranya, Mr. Kazufumi Onishi, Mayor of Kumamoto, Japan, Mr. Dakila Carlo Cua, Governor of Quirino Province, President of the Union of Local Authorities of the Philippines (ULAP), President of UCLG ASPAC.

Ms. Azimah Math, Vice Mayor of Siem Reap, Kamboja, Mr. Dewan Kamal Ahmed, Mayor of Nilphamari Municipality, President of Municipal Association of Bangladesh, Mr. Jin Shengli, Deputy Director of Hunan Xiangiang New Area Agriculture, Rural Affairs, Ecology and Environment Bureau Changsha City.

Baca Juga : Wawali Aliyah Sampaikan Penjelasan Wali Kota atas Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025 Secara Daring

Danny mengusulkan poin rekomendasi dalam rangka deklarasi kota-kota se-dunia tentang air di hadapan sekitar 50 peserta, termasuk gubernur, wali kota, pengambil kebijakan, perencana, dan pejabat pemerintah lokal dan regional di Asia dan Pasifik.

Ia menjelaskan bahwa sejak tahun 1977, ketika jumlah penduduk mencapai 4,2 miliar jiwa, suhu bumi meningkat 0,2 derajat.

Sementara saat ini jumlah penduduknya mencapai 8 miliar jiwa dan kenaikan suhu mencapai 1,4 derajat.

Baca Juga : Terminal Daya Siap Bertransformasi Jadi Pusat Logistik Modern di Makassar

Inilah, kata dia, titik awal terjadinya efek domino bencana. Bumi mengalami akumulasi bencana sehingga menimbulkan risiko bencana yang masif dan kompleks.

Dia menyebutkan terdapat multi bencana yaitu bencana hidrometeorologi, bencana pandemi, bencana geopolitik dan bencana geomagnetik.

“Hal ini diperparah dengan siklus bencana geologi yang berdampak pada keseimbangan air,” kata Danny Pomanto pada sela-sela acara di Hotel BNDCC, Nusa Dua, Bali, Rabu, (22/05/2024).

Baca Juga : BPBD Makassar Gandeng Kampus 23, Siapkan 23.000 Mahasiswa Tangguh Bencana

Sebagaimana contoh musim, kini tidak bisa ditebak lagi. Saat ini, banjir dan kekeringan bisa terjadi dalam satu tahun yang mana kondisi ini belum pernah terjadi sebelumnya.

Berdasarkan pengalamannya, ia menceritakan bahwa, tahun lalu, Kota Makassar mengalami banjir dan kekeringan.

Kondisi ini membuat pemerintah kota mengambil tindakan mitigasi dan adaptasi yang adaptif secara sosial dan spasial.

Baca Juga : Wali Kota Makassar Tinjau Lorong Kerung-Kerung, Pastikan Air PDAM Mengalir ke Rumah Warga

“Kami belajar bahwa keterlibatan masyarakat dan kolaborasi multipihak dapat mempercepat pemulihan bencana,” ujar Danny di hadapan para tamu-tamu penting di Forum Air Internasional ini.

Olehnya, pihaknya berpendapat bahwa dunia sangat membutuhkan pengelolaan air yang lebih kuat dan cerdas.

Di akhir paparannya, ia bilang, ada banyak pelajaran dari acara Forum Air Dunia ini.

Baca Juga : Wali Kota Munafri Ajak Kiwal Garuda Hitam Jadi Mitra Strategis Pemerintah Bangun Makassar

Dan berterima kasih kepada semua pihak yang telah berbagi berbagai ilmu dan pengalaman bersama Makassar.

“Terima kasih kepada UCLG dan UNCRD yang telah mengundang Makassar pada acara ini,” ucapnya.

“Mari selamatkan planet kita, mari berhemat dengan air kita. Bertindak sekarang, berbeda, dan bersama-sama,” pesannya.

Baca Juga : Dekranas Ganjar Makassar Penghargaan Wastra dan Kriya, Appi Siap Perkuat Industri Kreatif Lokal

Wali kota se-Asia Pasifik yang hadir di antaranya, Jepang, Filipina, China, dan Bangladesh yang dimoderatori Sekjen UCLG ASPAC.

Berikut ialah rekomendasi Danny Pomanto yang merupakan komitmen bersama dalam 10th WWF 2024 di Bali;

1) kebijakan mitigasi dan adaptasi yang kuat

Baca Juga : Wali Kota Munafri Lepas Peserta Indomaret Fun Run 2026, Dorong Gaya Hidup Sehat di Makassar

2) kolaborasi dan koordinasi yang kuat di seluruh tingkat kewenangan

3) kepemimpinan yang kuat dan adaptif

4) keterlibatan komunitas yang kuat

Baca Juga : 151 UMKM Ramaikan Dekra Ekspo 2026, Munafri: Makassar Perkuat Posisi sebagai Pusat Ekonomi Kreatif

5) pendekatan smart city untuk menjadikan kota cerdas dan menjadikan masyarakat cerdas (smart solution)

6) komitmen teknologi hijau

7) revisi rencana tata ruang (biru dan hijau)

Baca Juga : Pemkot Makassar Serahkan 108 Ijazah Kesetaraan, Achi Soleman: Pendidikan Hak Semua Warga

8) inisiatif dekarbonisasi dan oksigenisasi

9) perubahan perilaku sosial.

Penulis : Azwar
Komentar