ABATANEWS, JAKARTA – Sejumlah SPBU Shell mengalami lonjakan antrean kendaraan di berbagai daerah setelah mencuatnya kasus bahan bakar Pertamax oplosan. Hal itu terlihat dalam video yang diunggah oleh akun TikTok @yosuasep.
Video tersebut memperlihatkan antrean kendaraan, baik roda dua dan roda empat mengular hingga ke jalan raya demi mengisi bahan bakar di SPBU Shell. Namun, lokasi kejadian tersebut tidak disebutkan. Diduga, fenomena antrean panjang tersebut terjadi di SPBU Shell di kawasan Jakarta.
“Pov: warga konoha tidak bercerita, tiba-tiba pindah ke kerang (Shell),” tulis narasi video yang seolah menunjukkan sebuah sindiran tentang bagaimana masyarakat memilih untuk bertindak tanpa banyak bicara.
Baca Juga : Nurdin Halid Minta Distribusi BBM Sulsel Dievaluasi: Rakyat Jangan Jadi Korban
Situasi ini sangat berbeda dengan kondisi sebelumnya, di mana SPBU Shell biasanya sepi pelanggan. Sejak isu Pertamax oplosan mencuat ke publik, masyarakat yang merasa kecewa dan dirugikan mulai beralih mengisi bahan bakar di SPBU Shell yang dianggap kualitasnya lebih terjamin.
Pihak Pertamina sendiri telah membantah adanya praktik pengoplosan dan menyatakan bahwa semua produk mereka sudah memenuhi standar kualitas yang ditetapkan. Namun, pernyataan ini tampaknya belum cukup untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat.
Sontak, video tersebut viral di media sosial dan menuai banyak reaksi dari netizen usai diunggah ulang oleh akun Instagram @lambe_turah. Banyak netizen mengaku kehilangan kepercayaan pada SPBU milik pemerintah dan memilih beralih ke SPBU swasta seperti Shell.
Baca Juga : Sidak SPBU di Makassar, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Temukan 4 Nozzle Hanya Satu Operator
“Kasus korupsi emang bikin sakit hati, tapi gak pernah sesakit hati ini sama kasus korupsi bbm,” tulis akun @adn***.
“Baru kali ini kasus korupsi bikin sakit hati banget sekecewa ini karena merasa jadi korban,” tulis akun @rin***.
“Langsung hilang kepercayaan masyarakat,” tulis akun @yos***.
Baca Juga : Penjelasan Pertamina Soal Penumpukan Antrean Kendaraan di SPBU Makassar
“Bensinnya dioplos, takaran gelasnya spbu dicurangi, kurang gimana lagi kami sebagai rakyat,” tulis akun @dot***.
“Disuruh pake produk lokal, tapi produk lokalnya dioplos, kocak,” tulis akun @riz***.
“Tidak perlu pake persaingan harga. Dengan begini brand lokal sudah kalah dengan brand luar akibat ulah pejabatnya sendiri,” tulis akun @ade***.
Baca Juga : Pertamina Klaim Stok BBM di Makassar dan Bone Aman, Tambah Pasokan Hingga 15 Persen
“Semoga shell merata ke seluruh Indonesia biar masyarakat kota kecil merasakan juga BBM ron92 yg ori,” tulis akun @lio***.