Sabtu, 22 Agustus 2026

Tim SAR Temukan Nelayan Jatuh Dari Kapal di Perairan Sinjai, Kondisinya Meninggal Dunia

Tim SAR Temukan Nelayan Jatuh Dari Kapal di Perairan Sinjai, Kondisinya Meninggal Dunia

ABATANEWS, SINJAI – Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) terhadap korban yang dilaporkan terjatuh dari kapal jenis Jolloro di Perairan Pasi Mabborong, Kabupaten Sinjai, Sulsel resmi membuahkan hasil.

Pada hari ke-4 pencarian, korban atas nama Umar Saputra (21) berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia (MD) pada sekitar pukul 13.30 Wita, Jumat (21/8/2026).

Korban diduga terteleset dari kapal saat melaut pada Selasa, 18 Agustus 2026 pukul 06.00 WITA. Saat korban dalam perjalanan pulang dari perairan Pasi Mabborong menuju Pelabuhan Larea-Rea.

Baca Juga : Pemuda Terjatuh Dari Kapal Jolloro di Perairan Pasi Mabborong Sinjai, Tim SAR Lakukan Pencarian

Setelah memilah ikan hasil tangkapan, korban berjalan ke bagian belakang kapal untuk mencuci tangan. Namun setibanya kapal di pelabuhan, korban sudah tidak berada di atas kapal dan diduga kuat jatuh ke laut selama perjalanan.

Jasad korban pertama kali ditemukan oleh ABK kapal penumpang yang sedang berlayar dari Cappa Ujung menuju Kanalo 2. Korban terlihat mengapung di sekitar perairan Kanalo 2.

ABK kapal tersebut segera melaporkan temuan ini ke Posko SAR Gabungan. Menerima laporan tersebut, Tim SAR Gabungan langsung bergerak menuju lokasi untuk mengevakuasi korban dan membawanya ke Rumah Sakit Sinjai untuk proses penanganan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

Baca Juga : Warga Jatuh dari KMN Maria Nusa di Perairan Selayar, Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian

“Kami menyampaikan rasa duka cita yang mendalam kepada keluarga korban. Kami juga mengapresiasi setinggi-tingginya sinergi dan kerja keras seluruh unsur SAR gabungan serta masyarakat setempat yang telah berjuang di lapangan hingga korban berhasil ditemukan,” ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, M Arif Anwar.

Operasi SAR kemanusiaan ini berjalan lancar berkat kolaborasi ketat antara Tim Rescue Pos SAR Bone (Basarnas Makassar), SAR Brimob, Polairud Kabupaten Sinjai, Babinsa, Bhabinkamtibmas, BPBD Kabupaten Sinjai, serta peran aktif masyarakat dan nelayan setempat.

“Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi diusulkan untuk ditutup dan seluruh unsur kembali ke satuan masing-masing,” demikian Arif.

Penulis : Azwar
Komentar