ABATANEWS, GOWA – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Terpadu Tahun 2026 di SMK Negeri 4 Gowa, Kamis (9/4/2026).
Kegiatan bertajuk “Trik Marketing dalam Berbisnis Melalui E-Commerce” ini diketuai oleh Himaya Praptani Adys, S.S., S.Pd., M.Pd. bersama anggota dari Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis: Dirmansyah Darwin, S.E., M.Si; Erwin, S.E., M.Sc.; Adi Zulkarnaen, S.Kel., M.Si.; dan La Ode Muhammad Iksan Yusuf, S.E., M.Si. Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang SDM, Bapak Mappigau, S.Pd., M.Pd., yang dalam sambutannya menekankan pentingnya keterampilan digital bagi siswa sebagai bekal menghadapi dunia kerja dan wirausaha.
Kegiatan diawali dengan pretest untuk mengukur pemahaman awal siswa sebelum materi disampaikan. Pelatihan ini berangkat dari fakta bahwa meskipun sebagian besar siswa telah memiliki smartphone dan akses internet, pemanfaatannya untuk kegiatan produktif masih minim. Tim pengabdi memaparkan besarnya potensi pasar digital Indonesia: 212 juta pengguna internet, nilai pasar e-commerce Rp533 triliun, dan lebih dari 21 juta UMKM yang telah go digital.
Baca Juga : Pihak UNM Pecat Satpam yang Intip dan Rekam Mahasiswi di Hotel La Macca
Para siswa diperkenalkan pada ekosistem e-commerce mulai dari marketplace (Shopee, Tokopedia), social commerce (TikTok Shop, Instagram), hingga chat commerce (WhatsApp Business). Mereka juga dibekali teknik SEO marketplace, copywriting persuasif dengan kerangka AIDA, strategi harga psikologis seperti charm pricing dan bundle pricing, serta pemanfaatan flash sale, voucher toko, dan fitur live shopping di TikTok Shop.
Di sela penyampaian materi, sesi tanya jawab berlangsung interaktif. Siswa tampak antusias dan aktif mengajukan pertanyaan seputar strategi berjualan online hingga cara menarik pembeli pertama. Kegiatan diakhiri dengan posttest sebagai evaluasi untuk mengukur peningkatan pemahaman siswa sekaligus bahan evaluasi program ke depan. Kegiatan ini selaras dengan SDGs, khususnya pendidikan berkualitas dan pertumbuhan ekonomi inklusif.
“E-commerce bukan hanya platform jual beli. Ini adalah ekosistem bisnis yang bisa dimasuki siapa saja, termasuk kalian. Kesuksesan dimulai dari hari ini,” ujar Dirmansyah Darwin mengakhiri pelatihan.