Rabu, 05 Juli 2023 18:17

Tak Hanya Pemberian Makanan, Program 1 Anak 1 Warung Makan Efektifkan Pemantauan Pola Asuh

Focus Group Discussion (FGD) Stunting kolaborasi Forum Kemanusian Kota Makassar (FKKM) dan Pemerintah Kota Makassar kembali berjalan di Kelurahan Minasa Upa, Rabu (05/07/2023).
Focus Group Discussion (FGD) Stunting kolaborasi Forum Kemanusian Kota Makassar (FKKM) dan Pemerintah Kota Makassar kembali berjalan di Kelurahan Minasa Upa, Rabu (05/07/2023).

ABATANEWS, MAKASSAR – Focus Group Discussion (FGD) Stunting kolaborasi Forum Kemanusian Kota Makassar (FKKM) dan Pemerintah Kota Makassar kembali berjalan di Kelurahan Minasa Upa, Rabu (05/07/2023).

Diskusi tersebut dihadiri puluhan masyarakat. Masing terdiri dari kader posyandu, KB, PKK, dan lainnya.

Salah satu yang ditekankan dalam diskusi tersebut adalah pengendalian stunting lewat program 1 Anak 1 Warung Makan. Inovasi tersebut dijelakan langsung ketua FKKM, dr Udin Malik yang juga merupakan penggas ide tersebut.

Baca Juga : Kadispar Makassar Paparkan Green Destination pada Rakorsus Pemkot 2024

Alumni Fakultas Kedokteran Unhas 2013 yang meraih predikat Summa Cumlaude dengan IPK 4.00 tersebut menyampaikan bahwa inovasi 1 Anak 1 Warung Makan menjadi program menghapuskan pandangan terkait stunting yang jika terdeteksi tidak bisa dikendalikan.

“Jika terdeteksi stunting pada anak 2 tahun ke bawa itu bergantung dari intervensinya. Ibarat naik mobil dan jalan kaki,” ujarnya dalam kegiatan tersebut.

Stunting bisa terkendali jika dilakukan ibaratnya naik mobil.
Anak2 stunting dikejar naik mobil itu adalah di kasi susu, diperiksa berkala, dikasi makanan yang berkecukupan gizi, dan tindakan lainnya.

Baca Juga : Kementerian Dalam Negeri Apresiasi Makassar Sebagai Kota Terinovatif

Bukan memberikan pembagian tanpa pendampingan. Sebab itu tidak efektif, karena hasil pembagian itu bukan hanya untuk anak stunting malah semua anggota keluarganya.

“Itulah dasar kita buat program 1 Anak 1Warung Makan,” ucapnya.

Inovasi ini terinspirasi dari sedekah Jumat. Konsepnya sedekah dari warung-warung yang didata dan diaplikasikan jadi setiap hari. Jadi, bukan hanya berkahnya di hari Jumat namun setiap hari.

Baca Juga : Rakorsus Makassar Usung Tema Low Carbon City, Pj Gubernur Sulsel: Sesuai Program Jangka Panjang Sulsel 2024

Hal itu efektif dan sudah terbukti di Kelurahan Ballaparang. “Selama 3 bulan intervensi, alhamdulih menunjukan hasil positif. Bahkan ada anak keluar dari status stunting,” katanya.

Dari kegiatan ini, porsinya tidak perlu mewah. Cukup telur, nasi, dan sayuran.

“Dari program ini juga menunjukan bahwa tidak sekadar memberi makanan, tetapi ada pemantauan pola asuh langsung. Itu karena setiap anak yang didampingi juga ada relawan yang mendampingi langsung,” bebernya.

Baca Juga : Jappa Jokka Cap Go Meh 2024, Padukan Budaya Tionghoa, Bugis, dan Makassar

Pola asuh jadi perhatian kata dr Udin Malik karena stunting banyak dipengaruhi oleh pola asuh. Salah satunya, ketika anak sudah tidak mau makan, malah di kasi kerupuk.

“Dengan pemantauan ini kita bantu stimulasi. Selain itu, kita bantu pantau kesehatannya,” tuturnya.

Penulis : Wahyuddin
Komentar