Jumat, 29 Mei 2026

Sistem Berlapis Disiapkan PPIH Embarkasi Makassar Saat Kedatangan Jemaah Haji

Jemaah Haji embarkasi Makassar jelang berangkat ke Arab Saudi menggunakan Pesawat Garuda Indonesia. (Foto: Kemenag Sulsel)
Jemaah Haji embarkasi Makassar jelang berangkat ke Arab Saudi menggunakan Pesawat Garuda Indonesia. (Foto: Kemenag Sulsel)

ABATANEWS, MAKASSAR – Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Makassar menyiapkan sistem pengamanan berlapis saat proses pemulangan jamaah haji di Asrama Haji Sudiang Makassar.

Ketua PPIH Embarkasi Makassar, Ikbal Ismail mengatakan sistem tersebut diterapkan untuk mengantisipasi penumpukan penjemput dan kendaraan di area asrama haji.

“Kita akan bagi area penjemputan ke dalam tiga ring pengamanan. Jadi, di dalam proses pemulangan ada tiga ring pengamanan,” ujar Ikbal Ismail, Jumat (29/5/2026).

Baca Juga : Kloter 43 Tiba, PPIH Resmi Tutup Operasional Debarkasi Makassar

Ia menjelaskan, pada ring tiga pengunjung hanya diperbolehkan masuk hingga batas depan Gedung Zamzam. Sementara pada ring dua, penjemput diberikan akses lebih dekat dengan ketentuan satu mobil hanya diperbolehkan membawa satu orang penjemput.

“Ring dua, penjemput boleh masuk satu mobil, satu orang untuk menjemput jemaah di dalam,” ujar Ikbal yang juga Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sulsel.

Menurut Ikbal, kebijakan tersebut diterapkan agar tidak terjadi penumpukan pengunjung di area dalam Asrama Haji.

Baca Juga : Pemulangan Jemaah Haji Debarkasi Makassar Segera Tuntas, Tinggal Satu Kloter

Meski diperbolehkan masuk hingga area tertentu, penjemput tetap tidak diizinkan masuk ke Aula Arafah yang menjadi titik utama penerimaan jamaah. Namun, dengan syarat tidak boleh masuk ke dalam Aula.

“Untuk ring satu area khusus panitia yang berada di sekitar Aula Arafah. Ring satu itu di sekitar Arafah, Aula Arafah. Kalau ring dua kan masuk sampai ke kantin situ, depan,” tegasnya.

Selain pengamanan, PPIH Embarkasi Makassar juga menyiapkan skema parkir bertahap menyesuaikan kondisi kepadatan kloter yang tiba.

Baca Juga : Pulang Tinggal Koper Bersama Kloter 38, Dokter Jemaah Haji Asal Sulawesi Tenggara Wafat di Tanah Suci

“Kalau di awal kami isi dulu di depan, depan Zamzam kan, mobil-mobil itu parkir. Kalau sudah penuh depan, baru kita isi di dalam,” ungkap Ikbal.

PPIH Embarkasi Makassar juga menetapkan mekanisme penjemputan mandiri bagi tiga daerah. Yakni Kota Makassar, Kabupaten Maros, dan Kabupaten Gowa.

“Jadi ada tiga daerah yang menjemput sendiri. Penjemputan mandiri yaitu Maros, Makassar, dan Gowa,” katanya.

Baca Juga : Kloter 32 Asal Kendari Kembali ke Tanah Air, Satu Jemaah Wafat di Tanah Suci

Sementara jamaah asal daerah lain diharapkan dijemput dan difasilitasi oleh pemerintah daerah masing-masing sehingga keluarga tidak perlu datang langsung ke Asrama Haji Sudiang.

“Kami harapkan dijemput oleh, difasilitasi oleh pemda setempat. Nanti keluarganya tidak usah ke Asrama Haji menjemput, nanti dijemput di masing-masing lokasi titik penjemputan oleh pemda,” pungkas dia.

Diketahui, proses kedatangan jemaah haji di Asrama Haji Sudiang Makassar akan dimulai pada Senin 1 Juni 2026. Kloter pertama ini, diisi 386 Jemaah Haji asal Kabupaten Soppeng dan 1 jemaah dari Kota Makassar.

Baca Juga : Potret Kedatangan Jemaah Haji Asal Papua, Didominasi Bugis-Makassar dan Jawa

Rombongan jemaah Kloter pertama akan berangkat dari Jeddah pada pukul 03.30 WAS, Senin (1/6/2026). Dijadwalkan, pesawat akan tiba di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar pada pukul 22.30 Wita, Senin (1/6/2026).

Penulis : Wahyuddin
Komentar