ABATANEWS, MAKASSAR – Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Makassar menyiapkan sistem pengamanan berlapis saat proses pemulangan jamaah haji di Asrama Haji Sudiang Makassar.
Ketua PPIH Embarkasi Makassar, Ikbal Ismail mengatakan sistem tersebut diterapkan untuk mengantisipasi penumpukan penjemput dan kendaraan di area asrama haji.
“Kita akan bagi area penjemputan ke dalam tiga ring pengamanan. Jadi, di dalam proses pemulangan ada tiga ring pengamanan,” ujar Ikbal Ismail, Jumat (29/5/2026).
Baca Juga : Berikut Jadwal Kedatangan Jemaah Haji Embarkasi Makassar, Kloter Pertama Tiba 1 Juni
Ia menjelaskan, pada ring tiga pengunjung hanya diperbolehkan masuk hingga batas depan Gedung Zamzam. Sementara pada ring dua, penjemput diberikan akses lebih dekat dengan ketentuan satu mobil hanya diperbolehkan membawa satu orang penjemput.
“Ring dua, penjemput boleh masuk satu mobil, satu orang untuk menjemput jemaah di dalam,” ujar Ikbal yang juga Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sulsel.
Menurut Ikbal, kebijakan tersebut diterapkan agar tidak terjadi penumpukan pengunjung di area dalam Asrama Haji.
Baca Juga : Timwas Haji DPR RI Nurdin Halid Tekankan Garuda Indonesia Harus Ramah Lansia dan Disabilitas
Meski diperbolehkan masuk hingga area tertentu, penjemput tetap tidak diizinkan masuk ke Aula Arafah yang menjadi titik utama penerimaan jamaah. Namun, dengan syarat tidak boleh masuk ke dalam Aula.
“Untuk ring satu area khusus panitia yang berada di sekitar Aula Arafah. Ring satu itu di sekitar Arafah, Aula Arafah. Kalau ring dua kan masuk sampai ke kantin situ, depan,” tegasnya.
Selain pengamanan, PPIH Embarkasi Makassar juga menyiapkan skema parkir bertahap menyesuaikan kondisi kepadatan kloter yang tiba.
Baca Juga : Wali Kota Tasming Lepas 92 Jemaah Haji Parepare, Ingatkan Jemaah Agar Selalu Bersyukur
“Kalau di awal kami isi dulu di depan, depan Zamzam kan, mobil-mobil itu parkir. Kalau sudah penuh depan, baru kita isi di dalam,” ungkap Ikbal.
PPIH Embarkasi Makassar juga menetapkan mekanisme penjemputan mandiri bagi tiga daerah. Yakni Kota Makassar, Kabupaten Maros, dan Kabupaten Gowa.
“Jadi ada tiga daerah yang menjemput sendiri. Penjemputan mandiri yaitu Maros, Makassar, dan Gowa,” katanya.
Baca Juga : Arab Saudi Akan Bangun Masjid Atas Nama Jemaah Haji Tunanetra Asal Sinjai
Sementara jamaah asal daerah lain diharapkan dijemput dan difasilitasi oleh pemerintah daerah masing-masing sehingga keluarga tidak perlu datang langsung ke Asrama Haji Sudiang.
“Kami harapkan dijemput oleh, difasilitasi oleh pemda setempat. Nanti keluarganya tidak usah ke Asrama Haji menjemput, nanti dijemput di masing-masing lokasi titik penjemputan oleh pemda,” pungkas dia.
Diketahui, proses kedatangan jemaah haji di Asrama Haji Sudiang Makassar akan dimulai pada Senin 1 Juni 2026. Kloter pertama ini, diisi 386 Jemaah Haji asal Kabupaten Soppeng dan 1 jemaah dari Kota Makassar.
Baca Juga : 80 WNI Dicegat Usai Terindikasi Haji Ilegal, Berangkat dari Indonesia dan Singapura
Rombongan jemaah Kloter pertama akan berangkat dari Jeddah pada pukul 03.30 WAS, Senin (1/6/2026). Dijadwalkan, pesawat akan tiba di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar pada pukul 22.30 Wita, Senin (1/6/2026).