ABATANEWS, TAKALAR — Upaya Pemerintah Kabupaten Takalar dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia mulai menunjukkan hasil nyata. Memasuki satu tahun kepemimpinan Bupati Takalar Daeng Manye bersama Wakil Bupati H. Hengky Yasin, Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Kabupaten Takalar mengalami lonjakan signifikan.
Berdasarkan data dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia melalui Surat Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Nomor B.844/4/APB.00.02/II.2026 tertanggal 20 Februari 2026, nilai IPLM Kabupaten Takalar tahun 2025 tercatat sebesar 26,38. Capaian ini menempatkan Takalar di peringkat ke-4 tingkat Provinsi Sulawesi Selatan dan masuk 33 besar secara nasional.
Pencapaian tersebut menjadi lompatan besar dibandingkan tahun sebelumnya, ketika Takalar masih berada di peringkat ke-20 tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.
Baca Juga : 210 Kelompok Tani Dapat Bantuan Bibit Padi dari Pemkab Takalar
Bupati Takalar, Daeng Manye, menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut yang menurutnya menjadi kabar baik di bulan suci Ramadan sekaligus bukti bahwa arah pembangunan daerah yang berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia telah berjalan di jalur yang tepat.
Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik semata, tetapi juga dari kualitas masyarakatnya.
“Pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada fisik dan infrastruktur, tetapi bagaimana kita membangun sumber daya manusianya terlebih dahulu. Kemajuan daerah dapat dilihat dari masyarakatnya yang sehat, berpendidikan, dan memiliki daya saing. Literasi menjadi kunci untuk membangun pola pikir kritis, meningkatkan kualitas hidup, serta memperluas akses informasi,” ujarnya.
Baca Juga : Bupati Takalar Tekankan Perencanaan Pembangunan Terarah di Musrembang RKPD 2027
Ia menambahkan, penguatan budaya literasi merupakan fondasi penting dalam mewujudkan Kabupaten Takalar yang unggul, adaptif, dan mampu bersaing di tengah perkembangan zaman.
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Takalar, Syainal Mannan, menilai peningkatan peringkat IPLM ini merupakan hasil kerja bersama berbagai pihak.
Menurutnya, capaian tersebut tidak lepas dari sinergi antara pemerintah daerah, tenaga perpustakaan, lembaga pendidikan, komunitas literasi, hingga partisipasi aktif masyarakat.
Baca Juga : Disdukcapil Takalar Tetap Buka Layanan di Masa WFH
Berbagai program strategis telah dijalankan sepanjang tahun, di antaranya penguatan perpustakaan desa dan sekolah, pengembangan layanan perpustakaan berbasis inklusi sosial, pembinaan komunitas literasi, serta penguatan transformasi perpustakaan digital.
“Capaian ini bukanlah akhir, tetapi menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan memperkuat budaya literasi di tengah masyarakat,” jelasnya.