Jumat, 27 Februari 2026

Setahun Daeng Manye Pimpin Takalar: Kemiskinan Turun, Ekonomi Tumbuh, Kesejahteraan Masyarakat Meningkat

Setahun Daeng Manye Pimpin Takalar: Kemiskinan Turun, Ekonomi Tumbuh, Kesejahteraan Masyarakat Meningkat

ABATANEWS, TAKALAR — Satu tahun kepemimpinan Bupati Takalar, Daeng Manye, menunjukkan tren pembangunan daerah yang semakin membaik. Sejumlah indikator makro pembangunan di Kabupaten Takalar sepanjang periode 2024–2025 mencatatkan perkembangan positif yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Perbaikan tersebut terlihat dari berbagai sektor strategis, mulai dari penurunan angka kemiskinan dan pengangguran hingga peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Takalar menunjukkan angka kemiskinan mengalami penurunan dari 7,75 persen pada 2024 menjadi 7,27 persen pada 2025.

Baca Juga : 210 Kelompok Tani Dapat Bantuan Bibit Padi dari Pemkab Takalar

Tingkat Pengangguran Terbuka juga menurun dari 3,84 persen menjadi 3,76 persen. Sementara itu, ketimpangan pendapatan masyarakat yang tercermin melalui Gini Rasio turut membaik dari 0,385 menjadi 0,34.

Penurunan ini menandakan distribusi pendapatan masyarakat semakin merata serta meningkatnya peluang kerja. Kondisi tersebut tidak terlepas dari penguatan ekonomi kerakyatan dan berbagai program perlindungan sosial yang dinilai semakin tepat sasaran.

Selain aspek ekonomi, peningkatan juga terjadi pada indikator kualitas hidup masyarakat. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Takalar meningkat dari 72,06 pada 2024 menjadi 72,79 pada 2025.

Baca Juga : Bupati Takalar Tekankan Perencanaan Pembangunan Terarah di Musrembang RKPD 2027

Angka Harapan Hidup tercatat naik dari 73,69 tahun menjadi 74,08 tahun. Di sektor pendidikan, Harapan Lama Sekolah mencapai 12,62 tahun, sementara Rata-rata Lama Sekolah meningkat menjadi 7,84 tahun.

Perkembangan ini mencerminkan adanya kemajuan berkelanjutan pada sektor kesehatan dan pendidikan yang menjadi fondasi utama pembangunan daerah dalam jangka panjang.

Daya beli masyarakat juga menunjukkan tren peningkatan. Pengeluaran riil per kapita naik dari Rp11,67 juta pada 2024 menjadi Rp12,01 juta pada 2025.

Baca Juga : Disdukcapil Takalar Tetap Buka Layanan di Masa WFH

Di sektor pertanian, produksi padi mengalami lonjakan signifikan hingga 18,52 persen, dari 115,61 ribu ton menjadi 137,01 ribu ton Gabah Kering Giling (GKG). Peningkatan produksi ini menjadi salah satu faktor penting yang mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Takalar pada 2025 tercatat sebagai yang tertinggi dalam empat tahun terakhir. Kondisi ini dipicu oleh meningkatnya produksi sektor unggulan serta menguatnya daya beli masyarakat.

Komentar