Sabtu, 12 September 2026

BPBD Makassar Perluas Operasi Distribusi Air Bersih, 2,02 Juta liter Air Telah Didistribusikan

Potret petugas BPBD Makassar saat mendistribusikan air bersih ke warga yang terdampak kekeringan. (Foto: BPBD Makassar)
Potret petugas BPBD Makassar saat mendistribusikan air bersih ke warga yang terdampak kekeringan. (Foto: BPBD Makassar)

ABATANEWS, MAKASSAR – Penanganan bencana kekeringan di Kota Makassar memasuki fase yang semakin luas. Pemerintah Kota Makassar melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus memperbesar operasi distribusi air bersih menyusul bertambahnya titik kebutuhan masyarakat di lapangan.

Data terbaru menunjukkan, titik distribusi air bersih kini mencapai 246 titik, meningkat dari 173 titik berdasarkan asesmen awal.

Perluasan tersebut berjalan beriringan dengan bertambahnya wilayah yang membutuhkan layanan. Dari sebelumnya enam kecamatan, operasi kini telah menjangkau delapan kecamatan dan 47 kelurahan, dari sebelumnya 27 kelurahan.

Baca Juga : Perhatian Appi ke Warga, BPBD Makassar Distribusi Air Bersih ke 161 Titik, 33.641 Jiwa Jadi Sasaran

Skala penerima manfaat juga mengalami peningkatan signifikan. Jumlah keluarga yang masuk dalam cakupan penanganan bertambah dari 13.929 KK menjadi 20.409 KK, sementara jumlah penduduk terdampak meningkat dari 47.252 jiwa menjadi 70.684 jiwa.

Dalam operasi tersebut, BPBD Makassar mengerahkan 25 kendaraan operasional yang terdiri atas empat mobil Damkar, empat mobil tangki, tiga mobil pick up, dan 14 mobil dump truck.

Armada tersebut hingga kini telah melakukan 473 rit/trip, dengan total air bersih yang telah disalurkan mencapai 2.026.900 liter.

Baca Juga : PDAM Makassar Sisir Lorong hingga Malam, Salurkan Bantuan Air Bersih Gratis untuk Pelanggan Terdampak Kemarau

Bukan Lagi Sekadar Persoalan Musiman

Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar Fadli Tahar mengatakan peningkatan jumlah titik distribusi menunjukkan bahwa penanganan kekeringan harus dilakukan secara dinamis berdasarkan kondisi aktual masyarakat.

“Kita tidak bisa bekerja hanya berdasarkan data awal. Ketika kebutuhan di lapangan bertambah, maka respons pemerintah juga harus ikut bergerak,” kata Fadli.

Baca Juga : Distribusi Air Bersih di Makassar diperluas, Tembus 157 Titik

Menurut dia, distribusi air bersih dalam situasi tanggap darurat bukan sekadar aktivitas mengirimkan air dari satu titik ke titik lain. Operasi tersebut merupakan bagian dari upaya memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi di tengah keterbatasan sumber air.

“Setiap liter air yang kita distribusikan memiliki arti bagi masyarakat. Ada kebutuhan rumah tangga, anak-anak, lansia dan aktivitas sehari-hari yang harus tetap berjalan,” ujarnya.

Dari 173 Menjadi 246 Titik

Baca Juga : Kemarau Panjang, Gubernur Andi Sudirman Bersama Ribuan Warga Gelar Salat Istisqa

Perubahan angka distribusi menjadi salah satu indikator bagaimana dinamika kekeringan berkembang di lapangan.

Pada asesmen awal, BPBD mencatat 173 titik yang membutuhkan intervensi distribusi air. Dalam perkembangannya, jumlah tersebut meningkat menjadi 246 titik.

Dengan demikian, operasi tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan di lokasi yang telah teridentifikasi sejak awal, tetapi terus diperluas mengikuti hasil pemantauan dan laporan kebutuhan masyarakat.

Baca Juga : Warga Karuwisi Terbantu, Mobil Pickup PDAM Jadi Solusi Distribusi Air ke Lorong Sempit

BPBD juga terus melakukan pengaturan ritase kendaraan agar distribusi dapat menjangkau sebanyak mungkin wilayah dengan sumber daya yang tersedia.

2 Juta Liter Lebih Air Digelontorkan

Dalam operasi yang terus berjalan, sebanyak 2.026.900 liter air bersih telah disalurkan kepada masyarakat melalui 473 rit/trip perjalanan armada.

Baca Juga : PDAM Makassar Gerak Cepat Hadapi Kemarau, 6 Pickup Antar Air hingga ke Lorong

Jika dikonversikan, volume tersebut setara dengan lebih dari 2.000 meter kubik air yang telah bergerak dari sumber menuju masyarakat terdampak.

Besarnya volume distribusi sekaligus menggambarkan skala operasi yang harus dijalankan pemerintah untuk menjaga ketersediaan air bersih selama kondisi kekeringan berlangsung.

Respons Harus Mengikuti Pergerakan Krisis

Baca Juga : Kemarau Panjang, Wali Kota Makassar Bersama Warga Salat Istisqa di Al-Markaz

Fadli menegaskan, BPBD akan terus melakukan evaluasi terhadap titik-titik distribusi dan menyesuaikan pengerahan armada berdasarkan perkembangan kebutuhan masyarakat.

“Krisis bisa bergerak. Karena itu respons juga tidak boleh statis. Data hari ini harus menjadi dasar untuk menentukan tindakan berikutnya,” katanya.

Ia menambahkan, penanganan kekeringan membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Pemerintah, perangkat wilayah, lembaga kemanusiaan, dunia usaha, relawan dan masyarakat perlu bergerak dalam satu sistem agar pelayanan dapat menjangkau lebih banyak warga.

Baca Juga : Diduga Lilin Lupa Dimatikan Usai LIstrik Padam, Satu Rumah Panggung di Makassar Hangus Terbakar

Bagi Pemerintah Kota Makassar, operasi distribusi air bersih bukan semata persoalan logistik, tetapi bagian dari tanggung jawab negara dalam memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi.

“Target kita bukan sekadar berapa banyak liter air yang terdistribusi. Ukuran keberhasilannya adalah berapa banyak warga yang bisa kita bantu dan seberapa cepat kita hadir ketika mereka membutuhkan,” ujar Fadli.

Penulis : Wahyuddin
Komentar