Senin, 05 Januari 2026

Putra Presiden Maduro Serukan Rakyat Venezuela Turun ke Jalan Protes Penangkapan oleh AS

Putra Presiden Maduro Serukan Rakyat Venezuela Turun ke Jalan Protes Penangkapan oleh AS

ABATANEWS, VENEZUELA — Anak laki-laki Presiden Venezuela Nicolas Maduro merilis pernyataan audio kepada publik setelah ayahnya ditangkap oleh Amerika Serikat (AS) terkait tuduhan narkoterorisme. Putra Maduro menyerukan warga Venezuela turun ke jalan untuk menunjukkan solidaritas bagi ayahnya.

Putra Maduro yang bernama Nicolas Maduro Guerra, yang berusia 35 tahun, seperti dilansir AFP, Senin (5/1/2026), merilis pesan audio, yang berisi seruan menantang, yang dibagikan via media sosial pada Minggu (4/1) waktu setempat. Guerra juga merupakan anggota Kongres Venezuela.

“Kalian akan melihat kami di jalanan, kalian akan melihat kami di sisi rakyat, kalian akan melihat kami mengibarkan bendera martabat,” kata Guerra dalam pesannya.

Baca Juga : China Serukan Pembebasan Presiden Venezuela yang Ditangkap Amerika

Sejumlah ajudannya mengonfirmasi keaslian rekaman audio tersebut kepada AFP.

Seruan Guerra itu disampaikan sehari setelah Venezuela digempur AS yang berujung penangkapan Maduro dan istrinya, Cilia Flores. Keduanya diterbangkan keluar dari ibu kota Caracas dan telah dibawa ke New York oleh pasukan militer AS.

“Mereka ingin kita terlihat lemah, tetapi kita tidak akan menunjukkan kelemahan,” cetusnya.

Baca Juga : Alasan Presiden Venezuela Ditangkap Pasukan Delta Force Amerika

Guerra merupakan salah satu dari enam orang, bersama ayah dan ibu tirinya, yang dituduh terlibat praktik “narkoterorisme” oleh otoritas AS.

Guerra merupakan satu-satunya putra kandung Maduro, sebelum bercerai dengan istri pertamanya, Adriana Guerra Angula. Tiga anak lainnya merupakan anak dari istrinya keduanya, Flores, yang ikut ditangkap oleh AS.

Operasi militer AS untuk menangkap pemimpin Venezuela dari tempat persembunyiannya di ibu kota Caracas pada akhir pekan, dan menerbangkannya ke luar negeri, telah memicu spekulasi bahwa tokoh sosialis itu dikhianati oleh seseorang di lingkaran dalamnya.

Baca Juga : Alasan Presiden Venezuela Ditangkap Pasukan Delta Force Amerika

Menggemakan spekulasi tersebut, Guerra berkata: “Sejarah akan membuktikan siapa pengkhianatnya, sejarah akan mengungkapkannya. Kita akan lihat.”

Lebih lanjut, Guerra menyatakan keyakinan bahwa “chavismo” — gerakan sosialis anti-imperialis yang didirikan mendiang pemimpin Venezuela yang karismatik, Hugo Chavez — akan bertahan.

Sekitar 2.000 pendukung Maduro berunjuk rasa di jalanan Caracas pada Minggu (4/1) waktu setempat. Mereka menuntut AS membebaskan Maduro dan istrinya.

Baca Juga : Alasan Presiden Venezuela Ditangkap Pasukan Delta Force Amerika

Sekelompok paramiliter dan pengendara motor pro-Maduro mendampingi para demonstran itu berunjuk rasa. Mereka mengibarkan bendera nasional Venezuela dan membawa poster bergambar Maduro.

“Bebaskan presiden kami,” demikian bunyi poster yang dibawa salah satu demonstran.

“Venezuela bukan koloni siapa pun,” bunyi poster demonstran lainnya, yang menyindir pengumuman Presiden AS Donald Trump soal Washington akan “mengelola” Venezuela selama periode transisi yang tidak ditentukan lamanya.

Baca Juga : Alasan Presiden Venezuela Ditangkap Pasukan Delta Force Amerika

Maduro dijadwalkan hadir dalam persidangan di New York pada Senin (5/1) siang waktu setempat, untuk secara resmi mendengarkan dakwaan “narkoterorisme” yang dijeratkan.

Komentar