ABATANEWS, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengapresiasi Kecamatan Panakkukang sebagai wilayah yang sigap dan responsif dalam pengelolaan serta pemilahan sampah.
Apresiasi tersebut ia sampaikan saat menghadiri Launching Program PESONA (Pendistrbusian Sampah Organik untuk Maggot) yang digelar Kelurahan Paropo, Kecamatan Panakkukang, Sabtu (27/9/2025).
Program PESONA merupakan inisiatif pengelolaan sampah organik berbasis masyarakat dengan memanfaatkan maggot atau larva lalat Black Soldier Fly sebagai pengurai alami.
Baca Juga : BAZNAS Pusat Dukung Makassar Jadi Prototipe Kota Filantropi Nasional, Launching November
Dalam kegiatan yang dihadiri Ketua TP PKK Kota Makassar Melinda Aksa, Kadis DLH Helmy Budiman, Camat Panakkukang Ari Fadli, dan Lurah Paropo Achiruddin Achmad.
Munafri menekankan pentingnya inovasi pengelolaan berbasis sampah masyarakat untuk mendukung target kota zero waste dan menekan volume sampah ke TPA.
Sehingga pentingnya pemilahan sampah dari sumbernya sebagai langkah sederhana namun berdampak besar.
Baca Juga : Bertemu Wali Kota Appi, Petinggi Pertamina Beberkan Strategi Skema SPBU Jadi 4 Klaster Atasi Antre Solar
“Kami kegiatan apresiasi yang dilakukan Kelurahan di Panakkukang. Proses pemilahan sampah adalah hal yang sangat penting. Pekerjaannya tidak susah, hanya butuh dua ember kecil untuk membuang sampah organik dan plastik, tapi dampaknya luar biasa bagi lingkungan,” ujarnya.
Ia mencontohkan sampah plastik bisa diolah dan bernilai ekonomi, sedangkan sampah organik dapat dijadikan kompos atau diurai oleh maggot.
“Sampah jangan dianggap musuh, tapi sebagai komposisi yang bisa menambah uang belanja ibu-ibu di rumah,” imbuh Appi.
Baca Juga : Wawali Makassar Aliyah Mustika Ilham Pererat Hubungan Makassar-Swiss
Munafri juga menekanakan, pentingnya pembuatan biopori di setiap lingkungan. Dinana, petugas kebersihan sebaiknya membuat biopori agar daun-daun sapuan tidak kembali tercecer.
“Dengan biopori, sampah daun bisa langsung masuk ke tanah dan jadi kompos,” jelasnya.
Selain itu, ia mendorong masyarakat memanfaatkan ekoenzim, cairan serbaguna sampah organik, yang dapat digunakan sebagai pembersih rumah tanpa bahan kimia.
Baca Juga : Wakil Wali Kota Makassar Sambut Kunjungan Kerja Komite III DPD RI, Bahas RUU Guru dan Dosen
“Kalau bapak-ibu bisa bikin ekoenzim, tidak perlu lagi beli pembersih lantai atau cairan pel. Semua dari sampah rumah tangga,” ajak Munafri.
Wali Kita Makassar berlatar politisi itu menegaskan keunggulan pemanfaatan maggot dalam mengurangi timbunan sampah.
“Satu kilo maggot bisa mengurasi lima kilo sampah. Bayangkan kalau kita punya 100 kilo maggot, artinya 500 kilo sampah bisa habis. Kalau dikalikan tiga, itu 1,5 ton,” bebernya.
Baca Juga : Buka Asesmen 464 Kepala Sekolah, Appi Soroti Pentingnya Karakter dan Budaya Lokal
Menurutnya, keberhasilan program ini harus membangkitkan kesadaran warga untuk memilah dan mengolah sampah sejak dari rumah.
“Jangan bicara soal lingkungan kalau sampahnya masih dicampur dalam satu kantong. Minimal harus ada dua tempat sampah, untuk organik dan nonorganik,” tegasnya.
Selain soal sampah, Munafri kembali mengajak warga menanam dan merawat pohon, terutama pohon endemik Makassar seperti pohon satulu, bune, dan jenis lokal lainnya.
Baca Juga : Wali Kota Munafri Dorong APPI Ambil Peran Strategis Atasi Persoalan Sosial di Makassar
“Saya ingin setiap orang punya tanggung jawab memelihara minimal satu pohon. Kalau 1,4 juta penduduk Makassar menanam, bayangkan seberapa hijau kota kita,” tuturnya.
Menurutnya, penghijauan kota akan memperbaiki kualitas udara dan menjadi warisan lingkungan yang sehat untuk generasi berikutnya.
Munafri menutup sambutannya dengan pujian khusus untuk Kecamatan Panakkukang dan Kelurahan Paropo sebagai contoh wilayah yang cepat merespons program pemerintah di bidang pengelolaan sampah.
Baca Juga : Wali Kota Makassar Pimpin Bersih-Bersih Kanal, Tekankan Kebersihan Harus Jadi Kebiasaan
“Saya berharap tempat ini bukan sekedar seremonial, tapi menjadi aksi nyata pengelolaan sampah di tingkat masyarakat,” tandasnya.
Berikut draf naskah berita yang merangkum pernyataan Camat Panakkukang Ari Fadli secara runtut dan rapi:
Pada kesempatan ini, Camat Panakkukang, Ari Fadli, menekankan pentingnya kesadaran masyarakat untuk memilah sampah sejak dari rumah tangga.
Baca Juga : Wali Kota Munafri Terima Dua Penghargaan Pemda Berprestasi 2026 dari Kemendagri
Pesan itu ia sampaikan usai mendampingi Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, pada Launching Program PESONA (Pendistrbusian Sampah Organik untuk Maggot) di Kelurahan Paropo.
Menurut Ari, kegiatan ini menjadi pemicu lahirnya gerakan kolektif di seluruh 11 kelurahan di Panakkukang.
“Hari ini Kelurahan Paropo menjadi pemantik. Launching ini bertujuan memberikan kesadaran kepada masyarakat untuk memilah sampah organik dan anorganik, apalagi ini menjadi atensi Bapak Wali Kota dan Ketua TP PKK Kota Makassar,” ujarnya.
Baca Juga : Aliyah Mustika Ilham Sebut Pencegahan HIV-AIDS Butuh Kolaborasi dan Kepedulian Bersama
Ia menekankan bahwa sampah memiliki nilai ekonomi bila dikelola dengan baik. Sampah sebenarnya bisa menjadi cuan, tergantung bagaimana kita mengakomodir.
“Dari rumah tangga, kita bisa mendistribusikan sampah plastik ke bank sampah, sedangkan sampah organik bisa dimanfaatkan sebagai pakan maggot,” jelas Ari.
Menyanggapi Arah Wali Kota agar Makassar semakin hijau, Ari memastikannya akan tiba dengan langkah nyata.
Baca Juga : Pemkot Makassar Ambil Bagian dalam Urban Climate Forum 2026, Perkuat Tata Kelola dan Ketahanan Iklim
Pihaknya akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk memperkuat kembali peran RT/RW dalam menanam tanaman endemik.
“Seperti yang disampaikan Pak Wali, kota ini harus dihijaukan dengan bibit tanaman yang kini sulit kita jumpai,” tegasnya.
Program PESONA sendiri diharapkan menjadi model pengelolaan sampah berbasis masyarakat, sekaligus mendukung sasaran Makassar sebagai kota yang bersih, hijau, dan bernilai ekonomi dari hasil pengelolaan sampah.
Baca Juga : Pemkot Makassar Ambil Bagian dalam Urban Climate Forum 2026, Perkuat Tata Kelola dan Ketahanan Iklim
Sedangkan Lurah Paropo Achiruddin Achmad menjelaskan, program ini lahir dari hasil musyawarah bersama warga dan pemangku kepentingan sejak awal September.
“Sejak 7 September kami melakukan musyawarah dengan RT, RW, LPM, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan penyuluh DLH. Setelah disepakati, hari ini kami mulai mengambil sampah yang telah dipilah oleh warga,” ujarnya.
Ia menambahkan, PESONA sejalan dengan program Pemerintah Kota Makassar menuju Makassar Bebas Sampah. Selain pendistribusian sampah organik untuk budidaya maggot.
Baca Juga : Pemkot Makassar Ambil Bagian dalam Urban Climate Forum 2026, Perkuat Tata Kelola dan Ketahanan Iklim
“Ada juga warga yang mengembangkan usaha pengelolaan sampah rumah tangga lainnya untuk mengurangi volume sampah kota,” kata Achiruddin.