Senin, 12 September 2022 17:07

Presiden Jokowi Panggil Kepala BSSN, Mahfud MD Akui ‘Kehebatan’ Hacker Bjorka

Tangkapan layar hasil 'spill' data yang dilakukan oleh hacker Bjorka.
Tangkapan layar hasil 'spill' data yang dilakukan oleh hacker Bjorka.

ABATANEWS, JAKARTAHacker bernama Bjorka kembali lagi usai akun Twitter-nya dihapus pihak Twitter. Kata Bjorka, pada Senin (12/9/2022) pagi, penghapusan akun itu berdasarkan permintaan dari pemerintah Indonesia.

Maraknya ‘spill’ data pribadi pejabat negara yang dilakukan oleh Bjorka dalam kurun waktu sepekan terakhir, membuat heboh.

Sampai-sampai, Presiden Jokowi harus memanggil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Letjen TNI (Purn.) Hinsa Siburian ke Istana Kepresidenan Jakarta, pada Senin (12/9/2022) siang.

Baca Juga : Puncak HUT ke-77 PGRI Digelar di Kampung Ganjar Pranowo, Ini Arahan Presiden Jokowi

Memang, tak disebutkan bila Hinsa dipanggil Jokowi atas keriuhan yang dibuat oleh Bjorka. Namun, Hinsa pun tak bisa berkata banyak saat ditemui oleh awak media.

“Ada rapat,” singkat Hinsa ditanya oleh awak media terkait maksud kedatangannya ke Istana Negara, dikutip dari CNNIndonesia.com.

Hinsa memilih merahasiakan apa yang akan dibahas dengan Presiden Jokowi. Ia malah menegur pengawalnya yang meminta wartawan untuk membiarkan Hinsa masuk rapat.

Baca Juga : 5 Arahan Presiden Jokowi Dalam Menghadapi Pemilu 2024, Tak Ada Soal Rambut Putih

Sementara itu, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengakui bila data yang dibocorkan oleh Bjorka ialah asli.

Namun, Mahfud mengelak, bila dokumen yang bocor ke publik itu merupakan dokumen yang sifatnya rahasia negara.

“Soal bocornya data negara lah. saya pastikan itu memang terjadi. Saya dapat laporannya dari BSSN dan analisis Deputi VII saya. Terjadi di sini di sini di sini,” kata Mahfud saat menggelar konferensi pers di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (12/9/2022).

Baca Juga : Presiden Jokowi Resmi Ajukan Laksamana TNI Yudo Margono Jadi Panglima TNI

Mahfud mengklaim pelbagai data negara yang bocor ke publik itu bukan tergolong dokumen dengan klasifikasi rahasia. Sebab, data-data itu bisa diambil dari berbagai sumber terbuka dan kebetulan isinya sama.

Meski demikian, Mahfud memastikan pemerintah akan mendalami dan merapatkan lagi soal kebocoran data tersebut.

“Jadi belum ada yang membahayakan, dari isu-isu yang muncul yang ada di koran, kan cuma itu-itu aja. Enggak ada yang rahasia negara yang beredar itu,” kata Mahfud.

Baca Juga : Kepala Otorita IKN Klaim Minat Investor Naik Signifikan, Berkat Market Sounding Jokowi

“Sehingga itu bisa saja kebetulan sama dan bukan rahasia juga, barangkali dokumen biasa yang terbuka. Tapi itu memang terjadi. Misalnya di Dukcapil ada. Di beberapa tempat,” tambahnya.

Seperti diketahui, akun Bjorka telah banyak membeberkan data milik pejabat negara. Mulai dari Presiden Jokowi, Ketua DPR RI Puan Maharani, Menteri Kominfo Johnny G Plate hingga terbaru Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Penulis : Azwar
Komentar