Senin, 05 Januari 2026

Polri Target Bangun 569 Sumur Bor Pasca Bencana di Sumatera, Baru Terealisasi 249 Titik

Polres Pidie Jaya bersama warga gotong royong membersihkan salah satu fasilitas umum untuk percepat pemulihan pascabanjir bandang dan tanah longsor.
Polres Pidie Jaya bersama warga gotong royong membersihkan salah satu fasilitas umum untuk percepat pemulihan pascabanjir bandang dan tanah longsor.

ABATANEWS.COMPolri melalui Divisi Humas terus melakukan upaya pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana. Salah satunya melalui pembangunan sumur bor di sejumlah wilayah.

Pembangunan sumur bor direncanakan di 569 titik di tiga provinsi, dengan 249 titik telah terealisasi. Terdiri atas 236 titik aktif dan 13 titik masih dalam proses pembangunan.

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menyampaikan bahwa pembangunan sumur bor ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam mendukung pemulihan masyarakat pascabencana, khususnya terkait ketersediaan air bersih.

Baca Juga : PMI Kembali Kirim 72 Relawan Kemanusiaan untuk Bencana Sumatera dan Aceh

“Pembangunan sumur bor ini menjadi bagian dari langkah nyata Polri dalam membantu masyarakat terdampak bencana agar tetap memiliki akses terhadap air bersih. Upaya ini dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan,” ujar Brigjen Pol Trunoyudo dalam keterangan tertulisnya dikutip Senin (5/1/2026).

Di Provinsi Aceh, dari rencana pembangunan 389 titik, sebanyak 171 titik telah terealisasi, dengan 167 titik berstatus aktif dan 4 titik masih dalam proses pembangunan. Kabupaten Aceh Tamiang menjadi wilayah dengan realisasi terbanyak, yakni 132 titik aktif, dari target khusus 300 titik sumur bor.

Pembangunan lainnya tersebar di Kabupaten Aceh Utara, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Tengah, Bener Meriah, Kota Langsa, Aceh Timur, Aceh Barat, Pidie, Nagan Raya, dan Singkil.

Baca Juga : PMI Lepas Kapal Kemanusiaan Gelombang 2 Untuk Sumatera dan Aceh

Sementara itu, di Provinsi Sumatera Utara, seluruh rencana pembangunan sebanyak 30 titik telah terealisasi dan seluruhnya berstatus aktif. Titik-titik tersebut berada di Kabupaten Langkat, Tapanuli Utara, dan Tapanuli Tengah.

Adapun di Provinsi Sumatera Barat, dari total rencana 150 titik, hingga kini 48 titik telah terealisasi, terdiri atas 39 titik aktif dan 9 titik masih dalam proses pembangunan.

Pembangunan dilakukan di Kabupaten Agam, Padang Pariaman, Pesisir Selatan, serta Kota Padang Panjang, Bukittinggi, dan Kota Solok.

Baca Juga : Pemkab Bone Serahkan Donasi Kemanusiaan Rp1,2 Miliar Lebih, Gubernur Sulsel: Segera Kami Tidnaklanjuti

Brigjen Pol Trunoyudo menegaskan bahwa Polri terus mendorong percepatan pembangunan di titik-titik yang masih berjalan melalui koordinasi dan sinergi dengan berbagai pihak terkait.

“Diharapkan keberadaan sumur bor ini dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat serta mendukung proses pemulihan pascabencana,” pungkasnya.

Komentar