Senin, 27 April 2026

Polisi Pastikan Tak Ada Anggota TNI Terlibat Saat Bentrok Mahasiswa UMI Makassar Versus Ojol

Dokumentasi bentrokan antara Ojol versus mahasiswa di Makassar pada 25 April 2026.
Dokumentasi bentrokan antara Ojol versus mahasiswa di Makassar pada 25 April 2026.

ABATANEWS, MAKASSAR – Unjuk rasa memperingati tiga dekade tragedi April Makassar Berdarah (Amarah) yang digelar di depan Universitas Muslim Indonesia (UMI) pada Jumat 24 April 2026 berakhir ricuh. Bentrokan terjadi antara pengemudi Ojek Online (Ojol) dan warga versus mahasiswa UMI.

Namun setelah bentrokan, muncul video yang viral di media sosial sosok pria yang mengaku anggota TNI. Pria itu disebut-ssbut ikut serta saat bentrokan terjadi dan diamankan di dalam kampus UMI Makassar.

Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana memastikan pria tersebut bukan anggota TNI. Hal itu diketahui setelah dilakukan penelusuran.

Baca Juga : IRT di Makassar Gadaikan 5 Motor, Diringkus Polsek Tamalate

“Tidak ada anggota TNI yang kami amankan dan tidak ada anggota TNI yang melakukan tindakan tindakan negatif di lapangan terkait dengan aksi unjuk rasa kemarin,” ujar Arya Perdana, pada Minggu (26/4/2026).

Sementara itu, Komandan Batalyon Infanteri 700/Wira Yudha Sakti Kodam XIV/Hasanuddin, Letkol Infanteri Iwan Sunaria, sebelumnya memberikan klarifikasi resmi terkait beredarnya video di media sosial yang menyebut adanya keterlibatan oknum anggota TNI dalam kericuhan di depan UMI Makassar.

Dalam keterangan persnya, Iwan Sunaria menegaskan bahwa pria yang terlihat dalam video tersebut bukan merupakan anggota dari satuan yang dipimpinnya. Pihaknya telah melakukan penelusuran dan menghadirkan yang bersangkutan untuk meluruskan fakta kepada publik.

Baca Juga : Terlibat Miras dan Kekerasan, Dua Remaja di Makassar Dapat Pembinaan di Polsek Rappocini

“Saya tegaskan bahwa personel yang dimaksud dalam video tersebut bukan anggota kami. Saat ini yang bersangkutan sudah bersama kami untuk menjelaskan kronologi kejadian yang sebenarnya,” kata Letkol Infanteri Iwan Sunaria.

Komentar