Minggu, 30 Januari 2022 19:16

Perang Kelompok di Makassar, 1 Orang Tewas Terkena Anak Panah

Aparat gabungan TNI Polri dibantu Satuan Polisi Pamong Praja berjaga-jaga dengan mengamankan lokasi tawuran antara pemuda Karuwisi Kecamatan Panakukang, dengan kelompok pemuda Maccini Parang, Kecamatan Makassar guna mengantisipasi gesekan antar warga setelah adanya korban jiwa, Minggu (30/1/2022). (foto: Abatanews/Wahyuddin).
Aparat gabungan TNI Polri dibantu Satuan Polisi Pamong Praja berjaga-jaga dengan mengamankan lokasi tawuran antara pemuda Karuwisi Kecamatan Panakukang, dengan kelompok pemuda Maccini Parang, Kecamatan Makassar guna mengantisipasi gesekan antar warga setelah adanya korban jiwa, Minggu (30/1/2022). (foto: Abatanews/Wahyuddin).

 

ABATANEWS, MAKASSARPerang kelompok di Kota Makassar kembali pecah dan menewaskan satu orang. Korban bernama Adi (37) yang tewas terkena anak panah dan merupakan warga Karuwisi.

Kejadian tawuran antar kelompok tersebut, berlangsung pada Jumat, 28 Januari 2022. Perang kelompok ini, melibatkan antara pemuda Karuwisi Kecamatan Panakukang, dengan kelompok pemuda Maccini Parang, Kecamatan Makassar.

Baca Juga : Hendak Ikut Perang Kelompok, 2 Remaja Ditangkap Lengkap dengan Sejam

Kendati telah diredam aparat, tawuran kembali terjadi Sabtu (29/1) malam. Perang tersebut berlangsung hingga Minggu (30/1/2022) dini hari.

“Sempat dia (Adi) bilang melintas waktu perang. Informasi lain, sedang makan, dengan suara tembakan lalu keluar rumah. Mungkin namanya kecelakaan, kena dia,” kata salah satu Tokoh Masyarakat di Karuwisi, Hilman, Minggu (30/1/2022).

Korban terkena anak panah pada bagian perutnya. Diketahui pula, Adi adalah seorang penyandang disabilitas karena sering menggunakan tongkat untuk membantu sebelah kakinya berjalan.

Baca Juga : Ramaikan Perang Kelompok, Pemuda di Makassar Diciduk Polisi

Saat terkena anak panah, korban langsung pulang dan mencabut sendiri anak panah tertancap di perutnya. Namun naas, tak beberapa lama kemudian terjadi infeksi pembengkakan pada perutnya, hingga tetangga melarikan ke Rumah Sakit.

Setiba di RSUD Labuang Baji, nyawa korban tidak bisa diselamatkan walau telah ditangani medis. Jenazah korban lalu dibawa ke rumah keluarganya di Jalan Kesatuan, Kelurahan Karuwisi.

Tim Inafis juga datang untuk memeriksa kondisi jenazah guna mengetahui penyebab kematiannya. “Waktu itu, kondisinya masih sadar, tapi sudah lemah, sempat muntah darah. Busur (anak panah) di bagian perut kanan dekat ginjal,” jelas Hilman.

Baca Juga : Perang Kelompok di Makassar, Polisi Amankan 3 Pemuda

Usai kejadian tersebut, aparat gabungan TNI Polri dibantu Satuan Polisi Pamong Praja berjaga-jaga dengan mengamankan lokasi tawuran. Hal ini dilakukan guna mengantisipasi gesekan antarwarga setelah adanya korban jiwa.

Penulis : Wahyuddin
Komentar