ABATANEWS, MAKASSAR – Pjs Wali Kota Makassar, Andi Arwin Azis, turun langsung mengunjungi lokasi kebakaran yang terjadi di Jl Laiya, Kecamatan Bontoala, pada Rabu, (30/10/2024).
Kedatangan Arwin untuk memastikan bantuan logistik dan dukungan moril bagi warga terdampak kebakaran.
Dalam kunjungannya, ia menyampaikan komitmennya untuk memantau distribusi bantuan sehingga benar-benar menjangkau seluruh warga yang membutuhkan.
Baca Juga : Wawali Aliyah Sampaikan Penjelasan Wali Kota atas Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025 Secara Daring
Arwin mengungkapkan bahwa sejumlah bantuan dari lembaga pemerintahan dan non-pemerintah telah mengalir ke lokasi.
“Insyaallah, bantuan terus berdatangan, tinggal bagaimana pemerintah kecamatan mengaturnya agar tepat sasaran,” ujarnya.
Menanggapi permintaan masyarakat, Arwin memutuskan untuk memperpanjang masa pelayanan dapur umum dua hari lagi, dari jadwal semula yang akan berakhir malam ini.
Baca Juga : Terminal Daya Siap Bertransformasi Jadi Pusat Logistik Modern di Makassar
Ia berharap perpanjangan ini bisa meringankan beban warga yang terdampak.
Arwin juga menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk melakukan pembersihan dan asesmen di lokasi, sekaligus mengupayakan bantuan material seperti kompor dan pakaian untuk memenuhi kebutuhan harian warga yang kehilangan harta benda.
“Kami catat semua permintaan, terutama untuk kompor agar warga bisa memasak sendiri,” kata Arwin.
Baca Juga : BPBD Makassar Gandeng Kampus 23, Siapkan 23.000 Mahasiswa Tangguh Bencana
Dalam penyampaiannya kepada warga, Arwin mengingatkan agar tetap sabar menghadapi musibah ini.
“Saya yakin, ini adalah cobaan dari Allah SWT dan harus kita terima dengan lapang dada. Semoga ada hikmah di balik kejadian ini dan menjadi pelajaran bagi kita semua untuk lebih berhati-hati, terutama di musim kemarau yang cukup panas ini,” ujar Arwin.
Ia menambahkan bahwa edukasi masyarakat akan sangat penting untuk mengurangi risiko kebakaran, terutama dengan langkah-langkah pencegahan agar kejadian serupa dapat dihindari.