ABATANEWS, MAROS – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Maros pada triwulan pertama 2026 menunjukkan tren positif.
Realisasi PAD tercatat mencapai Rp79 miliar atau 22,55 persen dari target tahunan sebesar Rp352 miliar.
Bupati Maros, AS Chaidir Syam, menyebut capaian tersebut sudah mendekati target normal triwulan pertama yang berada di kisaran 25 persen.
Baca Juga : 396 Guru PPPK Paruh Waktu di Maros Berpeluang Jadi Penuh Waktu Tanpa Seleksi
“Secara umum trennya sangat positif. Sudah 22 persen, dan ini akan terus kita maksimalkan,” ujarnya Chaidir Syam Selasa (14/4/2026).
Meski demikian, sejumlah kendala masih dihadapi, terutama pada sektor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).
Dari target Rp41,5 miliar, realisasi PBB baru mencapai Rp2 miliar atau 4,84 persen.
Baca Juga : Bupati Maros Bawa Keluarga Vallen ke DPR, Minta Negara Kawal Kasus di Armenia Agustus 20, 2026
“Kondisi ini karena banyak pemilik lahan berada di luar daerah, sementara objek pajaknya ada di Maros, seperti di Kecamatan Maawa,” jelasnya.
Selain itu, kinerja sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) juga belum merata.
Dinas Lingkungan Hidup mencatat capaian tertinggi, yakni sekitar 40 persen atau Rp100 juta dari target Rp250 juta.
Baca Juga : 204 Warga Binaan di Maros Dapat Remisi HUT RI, 2 Orang Langsung Bebas
Sementara capaian terendah berada di Dinas Koperasi, Perdagangan, dan UKM yang baru mencapai 12 persen atau Rp529 juta dari target Rp4,3 miliar.
Disusul Dinas Pariwisata yang mencatat realisasi 9,6 persen atau Rp576 juta dari target Rp6 miliar.
“Namun jika ditambah kontribusi dari Bantimurung, capaian bisa naik hingga sekitar 20 persen,” tambahnya.
Baca Juga : HUT ke-81 RI, Bupati Maros Singgung Soal Angka Pengangguran dan Kemiskinan
Dinas Pertanian juga masih rendah, dengan capaian sekitar 14,7 persen atau Rp91 juta dari target Rp650 juta.
Menurut Chaidir, hal ini dipengaruhi sistem layanan yang tidak berbasis kunjungan langsung, seperti rumah potong hewan, sehingga petugas harus mendatangi lokasi ternak warga.
Di sektor perdagangan, pola pembayaran sewa kios yang umumnya dilakukan setiap enam bulan sekali juga memengaruhi capaian di awal tahun.
Baca Juga : 600 Pelari Ramaikan Camba Run 2026, Peserta Datang dari Papua hingga Kendari
Di sisi lain, fasilitas kesehatan mulai menyumbang PAD, meski belum optimal.
Di Kecamatan Camba, misalnya, pendapatan baru sekitar Rp9 juta, yang berasal dari pasien non-KTP Maros.
“Fasilitas kesehatan masih dalam proses akreditasi, sehingga belum bisa melakukan klaim BPJS,” tutupnya.