Jumat, 18 September 2026

Update MYP Pemprov Sulsel, Potret Jalan Aroepala Makassar Tuntas Dibeton

Penampakan Jalan Areopala dari atas setelah dilakukan pengerjaan lewat Program MYP Pemprov Sulsel.
Penampakan Jalan Areopala dari atas setelah dilakukan pengerjaan lewat Program MYP Pemprov Sulsel.

ABATANEWS, MAKASSAR – Program peningkatan ruas Jalan Aroepala yang menghubungkan Kota Makassar dan Kabupaten Gowa memasuki babak baru. Jalan strategis tersebut kini tuntas dibeton melalui program Multi Years Project (MYP) Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel).

Berdasarkan pantauan di lokasi, dua lajur Jalan Aroepala arah ke Kabupaten Gowa sudah sepenuhnya dapat diakses pengendara. Arus lalu lintas pun mulai lancar. Sementara untuk arah sebaliknya (ke Kota Makassar), baru satu lajur yang difungsikan.

“Sebagian lajur masih ditutup karena umur betonnya belum mencukupi. Pembukaan dilakukan secara bertahap mempertimbangkan kekuatan konstruksi. Jika sudah mencapai usia 29 hingga 35 hari, seluruhnya akan dibuka,” jelas Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sulsel, Andi Ihsan, Kamis (16/9/2026).

Baca Juga : Ashabul Kahfi: Ini Sejarah, Pemprov Sulsel Bangun Jalan Beton setebal 40 cm

Suana lalu lintas Jalan Aroepala, Makassar.

Jalan Aroepala dibeton dengan total ketebalan 40 cm dengan rincian lean concrete (beton dasar) setebal 10 cm dan concrete pavement (beton utama) setebal 30 cm. Total panjang Jalan Aroepala yang ditangani sekitar 1,8 kilometer dan masuk dalam Paket 1 MYC Tahun Anggaran 2025–2027.

Andi Ihsan menjelaskan bahwa beton membutuhkan waktu minimal 28 hari untuk mencapai kekuatan standar agar mampu menahan beban kendaraan sesuai perencanaan teknis. Namun, untuk memberi faktor keamanan ekstra, masa pematangan dapat diperpanjang hingga sekitar 35 hari. Jika dipaksakan buka sebelum waktunya, risiko kerusakan struktur sangat besar.

Baca Juga : Atlet Sulsel Sumbang Medali untuk Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Keputusan Pemprov Sulsel menerapkan konstruksi beton semen (rigid pavement) didasari oleh kondisi geografis kawasan tersebut yang kerap tergenang air saat hujan. Sebelumnya, lapisan aspal di ruas ini sudah berkali-kali diperbaiki tetapi selalu kembali rusak.

“Daerah lintasan Aroepala itu sering banjir. Kalau terus menggunakan aspal, biaya pemeliharaannya menjadi sangat tinggi. Padahal anggaran pembangunan berasal dari pajak masyarakat. Karena itu, kami memilih rigid beton agar lebih awet dan penggunaan anggaran jangka panjang lebih efisien,” tegas Andi Ihsan.

Selain badan jalan, pengerjaan proyek ini juga mencakup pembangunan bahu jalan serta trotoar dengan lebar berkisar antara 2,5 hingga 3,5 meter. Sementara sistem drainase dibangun menggunakan saluran berdiameter sekitar 1,2 meter yang disesuaikan dengan elevasi kawasan agar aliran air dapat mengarah langsung ke kanal utama.

Baca Juga : Gubernur Andi Sudirman Dorong Tata Kelola Aset Daerah Demi Percepatan Program Asta Cita Presiden dan Pemda

Sebelumnya, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman meminta masyarakat bersabar karena pekerjaan pada ruas jalan tersebut masih berlangsung secara bertahap hingga seluruh segmen selesai dikerjakan.

“Kami memohon kesabaran masyarakat karena seluruh pekerjaan dilakukan secara bertahap agar kualitasnya tetap terjaga dan hasilnya dapat dinikmati dalam jangka panjang,” ucap And Sudirman Sulaiman. (*)

Komentar