Kamis, 30 Oktober 2025

Munafri: Pemerintah dan Gereja Bersinergi Rawat Kedamaian dan Kebersamaan

Munafri: Pemerintah dan Gereja Bersinergi Rawat Kedamaian dan Kebersamaan

ABATANEWS, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, kembali mengajak seluruh tokoh agama untuk bergandeng tangan menjaga harmoni sosial melalui semangat moderasi beragama.

Hal ini ia sampaikan saat membuka Konven Pendeta dan Vikaris Gereja Protestan Indonesia Luwu (GPIL) di Hotel Sorison, Selasa (29/10/2025), yang dihadiri ratusan pelayan gereja dari berbagai wilayah di Indonesia.

Munafri Arifuddin, menegaskan pentingnya memperkuat nilai toleransi sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat.

Baca Juga : Bertemu Wali Kota Appi, Petinggi Pertamina Beberkan Strategi Skema SPBU Jadi 4 Klaster Atasi Antre Solar

Acara yang mengusung tema “Bersama Menata Pelayanan GPIL Menuju Gereja yang Erat Bersekutu, Misioner dan Handal”, itu dihadiri para pendeta dan vikaris GPIL dari berbagai daerah di Indonesia.

Dalam sambutannya, Munafri menekankan bahwa para tokoh agama memiliki peran penting dalam menjaga kerukunan dan merawat harmoni sosial.

“Hari ini, kita berkumpul bersama para pendeta dan vikaris GPIL se-Indonesia, yang merupakan ujung tombak dalam mewujudkan nilai toleransi di Kota Makassar,” ujar Munafri.

Baca Juga : Wawali Makassar Aliyah Mustika Ilham Pererat Hubungan Makassar-Swiss

Munafri menegaskan bahwa Pemerintah Kota Makassar, berkomitmen menciptakan kehidupan sosial yang kondusif dan berkeadilan tanpa memandang perbedaan agama, suku, atau latar belakang.

“Kita tidak ingin ada lagi persoalan hanya karena pembangunan rumah ibadah. Kita tidak mau konflik muncul hanya karena perbedaan pagar antarumat,” jelasnya.

“Tidak boleh ada diskriminasi jabatan dalam pemerintahan yang didasarkan pada perbedaan agama. Itu tidak boleh terjadi di Makassar,” lanjutanya.

Baca Juga : Wakil Wali Kota Makassar Sambut Kunjungan Kerja Komite III DPD RI, Bahas RUU Guru dan Dosen

Ia menambahkan bahwa seluruh elemen masyarakat Kota Makassar, harus mengambil peran dalam memperkuat solidaritas lintas iman.

Di luar akidah, semua bersaudara. Dan bisa berjalan bersama, bekerja sama, dan berkomunikasi dengan baik.

“Perbedaan keyakinan tidak boleh menjadi alasan untuk memecah belah kita,” tegasnya.

Baca Juga : Buka Asesmen 464 Kepala Sekolah, Appi Soroti Pentingnya Karakter dan Budaya Lokal

Dalam kesempatan tersebut, Munafri menyampaikan pesan khusus kepada para pendeta, vikaris, dan pimpinan sinode GPIL untuk terus menjadi penyampai pesan kedamaian.

“Karena itu, mari kita menjaga tutur kata agar tidak menimbulkan kesalahpahaman yang dapat memicu konflik,” tuturnya.

Orang nomor kosong satu Kota Makassar itu menekankan, bahwa toleransi bukan hanya slogan, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata melalui kerja sama lintas lembaga dan komunitas.

Baca Juga : Wali Kota Munafri Dorong APPI Ambil Peran Strategis Atasi Persoalan Sosial di Makassar

Lanjut dia, nilai toleransi tidak bisa berdiri sendiri. Ini adalah bentuk kolaborasi dan komitmen bersama agar dapat hidup rukun dan damai.

“Kami Pemerintah Kota selalu hadir untuk memastikan hubungan antarumat tetap harmonis,” jelasnya.

Konven GPIL ini diharapkan menjadi momentum memperkuat peran gereja sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjaga kerukunan serta membangun masyarakat yang damai dan berkeadaban.

Baca Juga : Wali Kota Makassar Pimpin Bersih-Bersih Kanal, Tekankan Kebersihan Harus Jadi Kebiasaan

Politisi Golkar itu juga menjelaskan alasan dirinya aktif menghadiri kegiatan keagamaan lintas denominasi dan keyakinan.

“Mengapa saya selalu hadir dalam urusan keagamaan? Karena kita ingin menyatukan visi dan pemahaman bersama tentang toleransi. Ini adalah amanah yang harus terus kita rawat bersama,” tukasnya.

Sedangkan, Ketua Majelis Pekerja Sinode Gereja Protestan Indonesia Luwu (GPIL), Pdt. Isbon Nosi, menegaskan kembali komitmen GPIL dalam memperkuat pelayanan gerejawi di tengah dinamika perubahan zaman dan kemajemukan umat.

Baca Juga : Wali Kota Munafri Terima Dua Penghargaan Pemda Berprestasi 2026 dari Kemendagri

“Kami ucapkan terima kasih atas kehadiran pak Wali Kota Makassar, bapak Munafri Arifuddin. Selama ini dukungan Pemerintah Kota kepada kami Pendeta dan gereja luar biasa,” katanya.

Lenih lanjut Pdt. Isbon menekankan bahwa kegiatan Konven bukan sekadar agenda rutin, tetapi momentum strategis untuk memperkokoh komitmen pelayanan gereja sesuai visi GPIL sebagaimana diputuskan dalam Sidang Sinode ke-17 di Mandu Basto, Desember 2024.

Menurutnya, Konven ini mengingatkan kembali komitmen kita untuk membawa Gereja Protestan Indonesia Luwu menuju arah yang lebih baik.

Baca Juga : Aliyah Mustika Ilham Sebut Pencegahan HIV-AIDS Butuh Kolaborasi dan Kepedulian Bersama

“Gereja yang memelihara persekutuan di tengah kemajemukan, memiliki semangat pelayanan, dan tetap kokoh berdiri menghadapi arus perubahan zaman,” ujar Pdt. Isbon.

Pdt. Isbon turut menggambarkan perkembangan pelayanan GPIL yang terus menjangkau berbagai daerah di Indonesia. Saat ini GPIL memiliki 119 jemaat dengan jumlah sekitar 20.000 warga gereja yang tersebar di berbagai wilayah.

GPIL memiliki dua jemaat di Jakarta-Tangerang, dua jemaat dan satu tempat ibadah di Kota Makassar, satu jemaat di Toraja Utara, dan 114 jemaat di wilayah Luwu Raya.

Baca Juga : Pemkot Makassar Ambil Bagian dalam Urban Climate Forum 2026, Perkuat Tata Kelola dan Ketahanan Iklim

“Pelayanan ini dijalankan oleh 57 pendeta aktif dan 16 vikaris yang menjadi garda terdepan dalam pelayanan umat,” ungkapnya.

Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pelayan gereja yang tetap setia dan berdedikasi menjalankan panggilan pelayanan.

Lanjut dia, rekan-rekan pendeta, vikaris, penatua, dan diaken adalah pilar yang menopang pelayanan gereja.

Baca Juga : Tinjau TPA Tamangapa, Appi Pastikan Pembenahan Sistem Pengelolaan Sampah Terus Berjalan

Dalam kesempatan tersebut, Pdt. Isbon menegaskan pentingnya kemandirian gereja dalam menyelenggarakan pelayanan. Menurutnya, dukungan jemaat akan menjadi faktor utama dalam memperkuat gerak pelayanan GPIL ke depan.

Kegiatan Konven ini maupun pelayanan kita ke depan akan lebih banyak mengandalkan dukungan jemaat sebagai upaya menuju gereja yang mandiri.

“Namun, kita tetap terbuka pada dukungan kemitraan selama hal itu sejalan dengan nilai-nilai pelayanan gereja,” jelasnya.

Baca Juga : Tinjau TPA Tamangapa, Appi Pastikan Pembenahan Sistem Pengelolaan Sampah Terus Berjalan

Menutup sambutannya, Pdt. Isbon menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh peserta Konven dan pihak yang turut mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Atas nama Majelis Pekerja Sinode GPIL, saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta Konven, para pendeta, vikaris, dan semua pihak yang memberikan dukungan. Salam hangat kami untuk seluruh jemaat,” pungkasnya.

Penulis : Azwar
Komentar
Berita Terkait